Menjelang
musim liburan akhir tahun semua sibuk membuat rencana, mau liburan kemana ya?
Kami juga belum kepikiran mau liburan kemana akhir desember ini. Sampai
akhirnya ayah mengabarkan bahwa ada rencana group komunitas mobil akan
mengadakan touring ke Pagar Alam pada liburan natal nanti. Langsung kami
pelajari jadwal, rute dan budget yang harus disiapkan. Rencana rute yang akan
dilewati adalah Jakarta-palembang-lahat-pagar alam dan
kembali lagi denga jalur yang sama. Dari
jadwal yang sudah ditentukan yaitu tanggal 21-27 Desember, diperkirakan kami
harus mengambil tambahan cuti dua hari diluar cuti bersama yang sudah
ditetapkan oleh pemerintah. Jadi kami sepakat untuk mengambil cuti tambahan
pada waktu yang sudah ditentukan. Anak-anak juga aman karena memang pas dengan
libur akhir semester ganjil.
Persiapan Touring
Ini
adalah group touring perdana yang akan kami ikuti. Saya baru tahu ternyata untuk mengadakan suatu touring panitia
mempersiapkan semuanya dengan sangat detil. Pertama dibentuk panitia yang
terdiri dari ketua pelaksana, bendahara, PIC tiap kota, supporting team,
penasehat dan tim P3K. Kemudian panitia mulai menyusun ide tema, logo, proposal
sponsorship, rute, jadwal detil tiap hari per jam, tempat istirahat yang akan
disinggahi seperti rest area, restoran ataupun rumah singgah, hotel yang akan
digunakan untuk menginap dan sebagainya. Untuk kesiapan kendaraan roda empat
yang akan digunakan juga disiapkan sangat detil, apa saja yang harus
dipersiapkan. Panitia membuat tip dan trik apa saja yang harus, boleh dan tidak
boleh dilakukan oleh peserta. Setelah jumlah peserta fix ditentukan kemudian
panitia membuat juga posisi urutan kendaraan di jalan,serta
siapa yang bertugas menjadi kapten, sweeper, officer dan P3K.
Mendekati hari H keberangkatan
ternyata ayah ada tugas dadakan ke
Singapura, jadi sempat ragu bisa ikut touring atau tidak, setelah konsultasi
dengan panitia ternyata dibolehkan berangkat belakangan menyusul ke lokasi.
Kami mulai membuat list yang akan
dibawa, berapa hari nginep dan butuh berapa stel baju ganti serta perlengkapan
lain. Kakak-kakak sudah terbiasa menyiapkan dan mengemas keperluan pribadi saat
akan melakukan travelling, mereka sudah diajarkan harus bertanggungjawab dengan
keperluan pribadinya jadi kami orangtua tinggal melakukan checking. Untuk
makanan dan minuman kami hanya membawa sesuai kebutuhan karena untuk keperluan
makan besar bisa istirahat di jalan. Obat-obatan dan keperluan gadget juga
jangan sampai ketinggalan.
Tangerang – Lampung
Akhirnya tanggal 22 Desember kami
mulai perjalanan dengan rute Tangerang – Lampung. Alhamdulillah cuaca sangat
cerah dan kami semua antusias. Ini adalah pengalaman kedua anak-anak melakukan
penyeberangan melalui pelabuhan Merak – Bakauheni. Dari Tangerang menuju
pelabuhan Merak cukup melalui tol Tangerang – Merak. Memasuki area pelabuhan
langsung membeli tiket untuk kendaraan dan penumpang. Penyeberangan dengan
jarak kurang lebih 90 KM biasanya ditempuh dalam waktu 1,5 jam.
Selama penyeberangan anak-anak
bermain di kapal, makan dan nonton film yang disediakan di ruangan kapal.
Alhamdulillah penyeberangan lancar dan langsung lanjut ke hotel dulu karena
sudah mau malam. Kami juga sempat mampir makan malam dan bermain di arena pasar
malam Metro Lampung.
Lampung – Pagar Alam
Rute perjalanan selanjutnya adalah
Lampung – Pagar Alam, dengan menggunakan google maps kami diarahkan melalui
jalur lintas sumatra. Ini adalah rute yang belum pernah kami lalui, jadi kami
benar-benar mengandalkan peta. Hingga siang hari kami masih melalui jalanan
yang sangat asing bagi kami, hingga saatnya berhenti istirahat sholat dan makan
siang.
Kami menemukan rumah makan yang
cukup nyaman untuk istirahat dengan menu pindang patin khas sumatra yang enak
dan juga beberapa menu lain dengan harga terjangkau.
Untuk menghemat waktu karena jarak tempuh masih jauh kami kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini jalanan lebih kecil dan relatif sepi, jadi kami sempat khawatir juga. Bahkan menjelang maghrib kami masih berada di jalanan alternatif yang sangat sepi, melewati pinggiran sungai. Kami sempat berpapasan dengan 2 orang pemuda yang sedang merokok di pinggir jalan, entah kenapa rasanya makin mencekam. Ayah memacu kendaraan agar lebih cepat, namun kondisi jalan yang kurang bagus sehingga tidak bisa melaju. Akhirnya saat maghrib kami kembali menemukan jalan besar dan beristirahat di SPBU.
Setelah berkoordinasi dengan panitia dan melihat peta
ternyata jarak ke hotel sudah cukup dekat dan kami sampai di hotel pas waktu
makan malam tiba.
Wisata Pagar Alam
Setelah beristirahat semalaman,
pagi ini kami semua kembali bersiap untuk mengikuti rangkaian acara hari ini
bersama peserta touring yang lain. Setelah sarapan kami semua berangkat beriringan
menuju Gunung Dempo. Gunung Dempo dengan ketinggian 3.159 mdpl terletak di
perbatasan provinsi Sumatra Selatan dan provinsi Bengkulu tepatnya di kota
dingin penghasil kopi robusta yaitu Kota Pagaralam. Sesuai dengan namanya, Kota
Pagaralam dikelilingi oleh pegunungan Bukit Barisan dan yang tertinggi adalah
Gunung Dempo.
Sepanjang perjalanan peandangan
sangat indah dan udara sangat sejuk, ditambah dengan suasana touring yang
menyenangkan. Kami semua sangat senang sehingga tidak sia-sia rasanya kemarin berjuang
seharian perjalanan dari Lampung ke Pagaralam.
Di puncak kami piknik menikmati
pemandangan dan jajan aneka makanan hangat karena udara sangat dingin.
Dari gunung dempo kami turun
menuju wisata alama hutan bambu. Hutan bambu ini terbilang langka, lantaran
menjulang tinggi ke langit hingga mencapai ratusan meter. Hutan bambu di kawasan hutan kota di Pagar
Alam ini tumbuh bersama pepohonan langka lain yang usianya mencapai ratusan
hingga ribuan tahun. Tingginya yang menjulang ditambah udara sejuk di sekitar
hutan membuat para pengunjung seperti dimanjakan. Hutan bambu seluas 10 hektare
ini juga menjadi objek wisata outbound lantaran keasriannya masih terjaga.
Di dalam kawasan hutan bambu kami
juga sempat melihat bunga bangkai raksasa meskipun masih kuncup belum mekar. Kibut
atau bunga bangkai raksasa atau suweg raksasa, Amorphophallus titanum Becc.,
merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae) endemik dari Sumatra, yang
dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia, kibut disebut
juga bunga bangkai dikarenakan bunganya yang mengeluarkan bau seperti bangkai
yang membusuk, yang dimaksudkan sebenarnya untuk mengundang kumbang dan lalat
untuk menyerbuki bunganya.
Selanjutnya kami istirahat sholat
makan siang dengan makanan khas pagaralam dengan pemandangan yang indah.
Rute selanjutnya adalah melihat
kebun buah-buahan. Disana sayangnya tidak banyak pohon yang sedang berbuah
sehingga kami hanya membeli jambu jamaika yang memang dikembangkan disana. Jambu bol (atau jambu kepal, jambu dersono, jambu jamaika, jambu merah) adalah pohon buah kerabat jambu-jambuan. Buah jambu ini memiliki tekstur daging yang lebih lembut dan lebih padat dibandingkan dengan jambu air.
Kami juga sempat mampir ke tempat suaka peninggalan sejarah dan purbakala arca manusia dan dolmen. Di Sumatera, bangunan megalitik terdapat di bagian selatan pulau, yang di dataran tinggi Tanah Besemah. Daerah ini terletak di antara Bukit Barisan dan Pegunungan Gumay, di lereng Gunung Dempo (3173 m). Peninggalan megalitik di Besemah tidak pernah dipengaruhi oleh budaya Hindu, tetapi masih termasuk dalam jangkauan masa prasejarah. Bentuk megalitik tampak nyata pada peninggalan tersebut seperti pada menhir, dolmen, dan lain-lain. Dolmen atau meja batu adalah peninggalan zaman megalitikum yang terdiri dari sebuah batu besar yang ditopang oleh batu-batu berukuran lebih kecil sebagai kakinya. Di Tanah Besemah, Sumatera Selatan, pernah ada budaya yang hidup dan berkembang dalam lintasan prasejarah.Hal ini terbukti dengan banyaknya peninggalan budaya megalitik yang tersebar.
Lokasi peninggalan sejarah ini berada di pinggir jalan dan di area sawah-sawah, jadi anak-anak bermain juga berlarian di pematang sawah.
Menjelang sore kami melanjutkan perjalanan
menuju air tejun Cughup Mangkok. Chugup mangkok terletak di Desa Dempo Makmur,
Kecamatan Pagar Alam Utara, Kota Pagar Alam. Berdekatan dengan Dempo Park, dan
hanya 30 menit perjalanan darat dari kota Pagar Alam. Air terjun ini posisinya
di antara bebatuan besar dengan pepohonan yang hijau berada di sekitarnya. Airnya
terasa sangat dingin namun anak-anak senang sekali berenang karena cukup
dangkal. Setelah puas berenag dan bermain air kami kembali ke hotel.
Malam hari saat makan malam
panitia mengadakan acara kebersamaan, perkenalan anggota keluar dan beberapa
permainan untuk anak-anak. Acara sederhana namun sangat menghibur dan anak-anak
juga menikmati, namun karena harus istirahat jadi acara tidak bisa lama-lama.
Pagar Alam – Palembang
Pagi hari kami kembali bersiap
untuk rute hari ini yaitu Pagar Alam – Palembang. Pemandangan di sekitar hotel
sangat bagus dan udara sangat sejuk, jadi kami
sempatkan berjalan-jalan sambil menunggu pengisian BBM mobil. Setelah
sarapan dan memastikan semua kendaraan dalam kondisi prima, kami berangkat
beriringan melewati jalur lahat – muara enim – prabumulih – palembang.
Sepanjang perjalanan terlihat
indahnya bukit barisan. Banyak tempat-tempat pemberhentian untuk spot foto-foto
dan nongkrong menikmati pemandangan. Kami tidakbisa berhenti dulu karena
mengejar waktu. Jalanan yang kami lalui cukup kecil dan banyak lubang, jadi
harus berhati-hati dan tidak bisa cepat.
Di kabupaten Lahat kami sempat
bersilaturahmi dengan pimpinan daerah setempat. Sambil beristirahat dan
menikmati lingkungan sekitar.
Perjalanan dilanjutkan menuju
Palembang, tidak banyak berhenti hanya waktu sholat dan makan saja.
Sampai Palembang sudah maghrib
jadi kami langsung menuju restoran Riverside. River Side Restaurant merupakan
tempat makan yang berada di atas sungai Musi dan Komplek Wisata Benteng Kuto
Besak Palembang. Tempat makan ini menjadi salah satu destinasi wisata Favorit
di Kota Palembang. Menarikny karena restoran ini berada persis di atas Sungai
Musi. Rasanya seolah-olah kita sedang makan disebuah kapal pesiar berukuran
besar. Dari tempat ini dapat melihat langsung landmark kota Palembang seperti
Jembatan Ampera, Jembatan Musi 6, Tugu Belido dan Benteng Kuto Besak, termasuk
kegiatan sungai Musi pada malam hari. Di Depan River Side juga terdapat
Restoran Kuto Besak Theater. Keistimewaan utama di River Side Restaurant
Palembang adalah suasana makannya yang sangat menarik, terlebih lagi ketika malam
hari, kita dapat melihat hiasan lampu-lampu yang membuat kesan sangat luar
biasa.
Menu yang disajikan sangat banyak
variasinya, dari makanan khas Palembang sampai aneka olahan seafood. Tersedia juga
anek dessert yang menggoda.
Setelah makan malam selesai dilanjutkan dengan acara kebersamaan dan pesta makan durian sepuasnya ahaha. Buah durian merupakan salah satu daya tarik kota Palembang, ada beberapa jenis pada sat musim panen yaitu:
1. Durian Lubuklinggau : Di
Lubuklinggau dikenal dua jenis durian yakni perahu dan tembaga. Durian perahu
bentuknya besar lonjong, sedangkan jenis tembaga bentuknya agak kecil bulat,
tapi sangat manis.
2. Durian Lahat : Dari wangi dan
isi daging buah yang banyak menjadi ciri khas durian Lahat. Durian Lahat ini
juga rasanya enak dan harumnya yang wangi.
3. Durian Muara Enim : Durian
Muara Enim dikenal manis. Tidak kalah dengan Durian yang biasanya datang dari
daerah Tebing Tinggi Empat Lawang.
4. Durian Tebing Tinggi Empat
Lawang : Durian yang paling enak, adalah Durian tembaga dari Kabupaten Empat
Lawang. Bentuk Duriannya kecil, namun warna dagingnya benar-benar kuning dan
rasanya manis, dan ada yang berwarna hijau memiliki daging yang padat.
Meskipun waktu sudah menunjukkan
waktu lebih dari jam10 malam, namun semua masih sangat antusias menikmati
acara. Hingga akhirnya kami menuju hotel untuk beristirahat.
Wisata Palembang
Ini adalah pengalaman pertama
anak-anak ke kota Palembang. Dari sebelum berangkat mereka sudah semangat untuk
makan pempek sepuasnya karenaitu makanan favoritnya, dan kebetulan lokasi hotel
bersebelahan dengan salah satu restoran pempek yang cukup terkenal. Alhamdulillah
anak-anak puas makan aneka jenis pempek dan juga untuk oleh-oleh.
Beberapa tempat yang sempat kami
kunjungi yaitu :
Monumen perjuangan rakyat
palembang atau MONPERA merupakan monumen yang menyimpan berbagai cerita,
gambaran dan peralatan yang dipakai saat perang lima hari lima malam di
palembang dimana perang tersebut melibatkan seluruh rakyat untuk melawan
penjajah. Monumen ini berdiri kokoh di pusat kota tidak jauh dari jembatan
ampera. Disini kami hanya melihat-lihat dan foto-foto, namun tiba-tiba ada
kakek-kaek tua datang menawarkan untuk foto langsung jadi. Jadilah kami
menerima tawaran karena kasihan dengan si kakek, meskipun saat ini para penjual
jasa foto langsung jadi sudah tidak laku lagi karena sudah ada gadget yang
mudah digunakan untuk berswafoto.
Gelora Sriwijaya yang dikenal
dengan nama jakabaring adalah stadion sepak bola terbesar ketiga di Indonesia
dengan kapasitas 40.000 orang. Stadium ini merupakan kebanggaan warga palembang
yang sering digunakan oleh Sriwijaya FC sebagai markas dan tempat tanding sepak
bola. Gelora ini dilengkapi dengan fasilitas senam, kolam renang, landas pacu
balap kuda dan arena bowling. Kami disana bermain bowling dan keliling di
sekitar gelora karena banyak tempat bagus untuk foto-foto.
Jembatan ampera yang merupakan
icon dan lambang kota Palembang, yang dibangun pada tahun 1962 selama 3 tahun.
Pada saat diresmikan pada tahun 1965 jembatan ini diberi nama Jembatan Bung
Karno, namun karena pergolakan pada tahun 1966 maka dirubah nama menjadi
jembatan ampera yang merupakan singkatan dari amanat penderitaan rakyat.
Jembatan ini menghubungkan Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang terpisah oleh
sungai Musi. Jembatan sepanjang 1.177 meter dengan lebar 22 meter ini mempunyai
pemberat 500 ton. Pemberat ini dimaksudkan agar pada saat ada kapal lewat maka
bagian tengahnya akan terangkat. Namun sejak tahun 1970 bagian tengah sudah
tidak bisa diangkat lagi dan sejak tahun 1990 pemberatnya dibongkar karena
dikhawatirkan akan membahayakan.
Keindahan jembatan ini sangat
cocok untuk dimanfaatkan sebagai area berfoto-foto baik pada siang maupun malam
hari. Latar belakang sungai musi yag luas serta jembatan yang megah sangat
instragamable. Tidak jauh dari jembatan juga banyak restoran dan toko-toko
souvenir khas Palembang.
Palembang - Tangerang
Menjelang sore kami harus kembali
bersiap untuk meninggalkan kota Palembang kembali ke rumah masing-masing. Perjalanan
melalui tol yang baru diresmikan.
Di jalan kami sempat mampir untuk
makan dan kembali pesta durian.
Di perjalanan pulang kali ini ada
2 kejadian yang kurang menyenangkan.
Yang pertama adalah mobil di depan
kami roof box nya terbuka sehingga barang bawaan didalamnya berserakan
kemana-mana dan tidak sempat diselamatkan karena kejadian masih di jalan tol
jadi kecepatan sedang tinggi.
Yang kedua adalah tiba-tiba pada
saat malam hari gelap gulita, di tengah jalan entah dimana ban mobil meletus. Mobil
saat kecepatan cukup tinggi sempat oleng, namun alhamdulillah tidak terjadi
apa-apa. Kami menepi dan melapor kepada kapten rombongan. Akhirnya semua mobil
berhenti dan membantu kami mengganti ban. Suasana sangat mencekam karena
kondisi jalanan sangat gelap dan sepi, kami sempet khawatir juga. Alhamdulillah
kami berada dalam rombongan jadi merasa aman dan sangat terbantu.
Menjelang dini hari kami sampai di
pelabuhan Bakauheni. Sambil menunggu antrian masuk kapal semua beristirahat di
mobil masing-masing dan dilanjutkan istirahat di kapal.
Pagi subuh alhamdulillah kami
semua sudah sampai merak dan lanjut masuk Tol Merak – Tangerang. Di rest area
kami sempat berkumpul untuk perpisahan.
Sampai rumah pagi hari, badan
rasanya capek tapi hati senang. Maunya langsung istirahat namun apadaya cuti
sudah habis jadi tetapharus lanjut ke kantor ahaha nasib.
Touring perdana kami ini sangat menyenangkan
sekali bagi ayah sebagai driver yang selalu menyetir setiap saat dan memastikan
kondisi kendaraan, mama yang selalu menyiapkan segala keperluan dan buat
anak-anak pengalaman yang sangat berharga.
Tentu saja pengalaman liburan ini sangat berkesan karena banyak
memberikan manfaat dan pembelajaran untuk kami terutama anak-anak. Sikap-sikap
yang bisa diteladani seperti membuat perencanaan, persiapan yang matang,
disiplin dan tepat waktu, bekerjasama, saling peduli dan senang menolong juga
belajar melaksanakan kewajiban pribadi. Dengan melakukan perjalanan
bersama-sama kita harus mengikuti aturan dan jadwalyang sudah ditentukan. Kita juga
saling bahu membahu saat ada yang membutuhkan.
Pembelajaran tentang geografi, daerah, kultur budaya, tempat wisata dan
kekayaan bangsa Indonesia. Anak-anak mendapatkan pengalaman baru melintasi
daerah-daerah yang baru.
Dan yang pasti meningkatkan rasa syukur kepada Allah Swt yang sudah
memberikan kesempatan, nikmat, lancar tanpa gangguan berarti, aman dan semua
kemudahan yang kami dapatkan selama perjalanan ini. Alhamdulillah.
Terima kasih sudah membaca 🙏