Saturday, June 30, 2018

Lebaran 2018: Touring Jawa Madura Bali (part 2: perjalanan wisata dan kuliner penuh kebersamaan)

 Tulisan ini adalah lanjutan dari cerita sebelumnya part 1 yang ini 


Setelah momen lebaran bersama keluarga yang sangat menyenangkan kami harus melanjutkan perjalanan. Di solo kami tidak menginap hanya berkeliling-keliling ke wisata keraton dan menikmati kuliner khasnya. Meskipun lumayan dekat juga dengan kota Magelang namun kami jarang sekali berwisata ke kota Solo, setiap mudik pasti kami jalan-jalannya keJogja,jadi buat anak-anak mini adalah pertama kalinya eksplor kota Solo.



Rute selanjutnya adalah ke Surabaya, disana kami bersilaturahmi ke rumah teman kemudian jalan-jalan keliling kota. anak-anak sempat bermain ditaman Flora, taman kota yang lumayan lengkap permainan anak-anaknya,juga ada beberapa hewan dan di sekelilingnya banyak aneka jajanan khas. Tak lupa kami juga menyeberang ke Madura melewati jembatan Suramadu yang cukup terkenal itu dan menikmati kuuliner bebek sinjay. Namun luar baisa antrian untuk memesan makanan di sana, jadi anak-anak harus bersabar dulu demii hehehe



Di Surabaya kami menginap di Hotel Pop, hotel budget yang sudah ditentukan panitia touring sebagai titik kumpul untuk perjalanan ke Bali. Karena kami berlima dengan hotel kecil maka anak-anak mengeluh kesempitan hehe namun karena hanya untuk tidur jadi ya dinikmati saja karena keesokan harinya pagi-pagi setelah sarapan akan melanjutkan perjalanan.



Pagi-pagi sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan kami rombongan para peserta touring sudah bersiap dengan posisi masing-masing. Mobil sudah disiapkan dengan menempel logo touring, nomor urut dan beberapa sticker sponsor. Rute perjalanan hari ini adalah Surabaya – Pasuruan – Situbondo – Ketapang – Gilimanuk – Singaraja.



Pemberhentian pertama kita makan bakso yang katanya terkenal di pasuruan, dan memang meskipun tempat makannya tidak terlalu luas namun rasanya sangat enak. Kami juga membeli buah sawo di sekitar tempat makan, sawo yang bersih-bersih dan manis seperti madu makanya disebut sawo madu.



Kemudian kami pemberhentian selanjutnya di pantai pasirputih situbondo, pantai yang cukup tenang dengan angin sepoi-sepoi sangat enak dinikmati sambil istirahat dan menyantap hidangan seafood disekitarnya.



Lanjut perjalanan ke Pelabuhan Ketapang untuk menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk. Karena kami rombongan maka tiket untuk menyeberang sudah dipesan sebelumnya jadi kami tidaj harus menunggu terlalu lama untuk menyebarang. Ini adalah perngalaman pertama kalinya menyebarang selain merak  - Bakauhuni. Ternyata penyeberangan ke Bali hanya sekitar 45 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 50 KM. Seperti biasa anak-anak antusias saat naik kapal, meskipun sudah mulai malam tidak terlihat lagi pemandangan tapi anak-anak menikmati perjalanan.



Malamnya kami menginap di POP Hotel Hardys  Singaraja, lokasi hotel di pinggir pantai jadi pagi-pagi anak-anak bisa bermain pasir lanjut sarapan.



Rute selanjutnya wisata ke Ulun Dalu Beratan. Pura Ulun Danu Bratan, Pura Ulun Danu Beratan atau Bratan Pura merupakan sebuah pura dan candi air besar di Bali, Indonesia - candi utama air lainnya menjadi Pura Ulun Danu Batur. Kompleks candi ini terletak di tepi barat laut Danau Bratan di pegunungan dekat Bedugul, Kabupaten Tabanan. Candi air memenuhi seluruh wilayah di daerah aliran; di tepi hilir ada banyak candi kecil air yang spesifik untuk setiap asosiasi irigasi (subak). Candi ini sebenarnya digunakan untuk upacara persembahan untuk dewi Dewi Danu, dewi air, danau dan sungai. Danau Bratan merupakan salah satu danau penting dalam hal irigasi. Danau Bratan dikenal sebagai danau "gunung suci", kawasan ini sangat subur, terletak pada ketinggian 1.200 meter, dan beriklim sangat dingin.




Selanjutnya kami ke Joger untuk belanja, toko oleh-oleh khas Bali yang sudah sangat terkenal. Namun karena musim liburan jadi untuk parkir saja kami harus mencari dan dapatnya agak jauh dari lokasi. Disana anak-anak antusias beli pernak-pernik namun kami batasi karena di sini harganya cukup lumayan, dan jika ada yang akan dibeli lebih lagi kami menyarankan untuk besok membeli di Toko Krishna yang lebih terjangkau hehehe.

Sorenya kami menikmati pantai pasir putih, sunset dan  makan malam di Jimbaran. Jimbaran adalah sebuah kelurahan yang terdiri dari 12 banjar adat dan 1 banjar dinas di wilayah Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, lokasi wilayah ini berdekatan dengan Nusa Dua serta Bandara Internasional Ngurah Rai. Desa adat Jimbaran pada mulanya merupakan kampung nelayan serta petani. Semenjak di wilayah pantai Jimbaran muncul banyak tempat makan hasil laut (seafood) yang pertama di Bali selatan serta beberapa hotel bertaraf internasional, kini mata pencaharian penduduk lokal lebih ke arah pariwisata. Biasanya saat wisata ke Bali pasti makan malam di Jimbaran karena memang sudah sangat terkenal.





Malamnya kami istirahat di Hotel Haris Riverview Kuta Bali. Alhamdulillah kami bisa beristirahat untuk besok melanjutkan perjalanan. Selanjutnya kami menikmati wisata di Bali, berkeliling-keliling dari pantai ke pantai, kemudian siangnya kami ke Garuda Wishnu Kencana (GWK).

Patung Garuda Wisnu Kencana berlokasi di Bukit Unggasan, Jimbaran, Bali. Patung ini berdiri menjulang di dalam kompleks Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana dan merupakan karya pematung terkenal Bali, I Nyoman Nuarta. Monumen ini dikembangkan sebagai taman budaya dan menjadi ikon bagi pariwisata Bali dan Indonesia. Patung tersebut berwujud Dewa Wisnu yang dalam agama Hindu adalah Dewa Pemelihara (Sthiti), mengendarai burung Garuda. Tokoh Garuda dapat dilihat di kisah Garuda & Kerajaannya yang berkisah mengenai rasa bakti dan pengorbanan burung Garuda untuk menyelamatkan ibunya dari perbudakan yang akhirnya dilindungi oleh Dewa Wisnu.



Setelah berfoto-foto kami berkeliling ke area taman di sekelilingnya. Taman Budaya Garuda Wisnu adalah sebuah taman wisata budaya di bagian selatan pulau Bali. Taman wisata ini terletak di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, ibu kota provinsi Bali.Di sini berdiri megah sebuah landmark atau maskot Bali, yakni patung Garuda Wisnu Kencana yang menggambarkan sosok Dewa Wisnu menunggangi tunggangannya, Garuda, setinggi 121 meter. Area Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana berada di ketinggian 146 meter di atas permukaan tanah atau 263 meter di atas permukaan laut.



Menjelang maghrib kami menikmati pertunjukan tari kecak yang disuguhkan disana. Kecak adalah adalah pertunjukan dramatari seni khas Bali yang lebih utama menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan "cak" dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Namun, Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat. Para penari yang duduk melingkar tersebut mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka. Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa.



Keesokan harinya kami harus sudah bersiap lagi untuk meninggalkan Bali ke rute selanjutnya yaitu Bali – Gilimanuk – Ketapang – Bromo. Sebelum menyeberang kami mampir dulu ke tanah Lot,  adalah salah satu Pura (Tempat Ibadah Umat Hindu) yang sangat disucikan di Bali, Indonesia. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk wisata pantai dan berfoto-foto.






Kemudian kami lanjutkan untuk menyeberang Gilimanuk – Ketapang, saat itu sudah cukup malam, jadi di kapal anak-anak hanya tiduran. Namun tiba-tiba ombakcukup tinggi sehingga kapalseperti oleng, anak-anak ketakutan, beberapa orang juga nampak khawatir. Akhirnya sepanjang perjalanan kami tidak bisa tidur karena takut dan banyak-banyak berdoa. Alhamdulillah kami menyeberang dengan selamat dan melanjutkan perjalanan ke Bromo.



Kami sampai di Bromo tepat pada dini hari, Gunung Bromo atau dalam bahasa Tengger dieja "Brama", juga disebut Kaldera Tengger, adalah sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur. Sebagai sebuah objek wisata, Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.



Cuaca sangat dingin meskipun sudah memakai jaket, kaos kaki dan kaos tangan. Akhirnya anak-anak bawa-bawa selimut untuk keluar ahaha. Untuk sampai ke area wisata bromo kami harus ganti kendaraan yaitu naik mobil jeep yang bisa disewa. Alhamdulillah anak-anak sangat antusias sekali.



Dari dini hari hingga agak siang kamimenikmati berbagai wisata di Bromo, naik ke puncak, pasir berbisik, padang savana dan aneka jajanan hangat yang ada di sana.



Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan untuk berisitirahat di Harris Hoteland Convention Malang. Alhamdulillah hotel yang sangat nyaman buat anak-anak berisitirahat. Di malang kami menikmati kuliner bakwan malang yang memang merupakan makanan favorit kami. Salah satu yang terkenal adalah Bakso Presiden yang terletak disamping rel kereta api. Disitu pilihan menunya sangat banyak, ada baso halus, baso urat dan  varian isi yang lain seperti goreng udang, goreng pangsit, goreng seperti risol, goreng ati ampela dan lain-lain. Ada juga menu bakso bakar dengan varian bakso alus dan bakso urat.



Sebelum mengakhiri perjalanan di kota Malang kami mempir dulu untuk membeli oleh-oleh Malang Strudel. Strudel adalah kue berlapis, yang terbuat dari pastry dan di isi berbagai buah-buahan. Kue ini adalah makanan populer di jaman Hasburg Empire (1278 – 1780) di Austria. Awal dari makanan ini diperkirakan ditemukan oleh bangsa Yunani dan Turki yang di kenal sebagai Backlava. Saking populernya, makanan ini menjadi makanan favorit rakyat Austria, Jerman dan negara Eropa lainnya. Di Eropa, Strudel yang terkenal dan favorit adalah yang berisi buah apel. Di Jerman sering disebut dengan apfel strudel. Varian isi dan kombinasi rasanya sangat banyak, ada juga beberapa cemilan oleh-oleh khas malang.



Dari kota Malang kami berpisah dengan rombongan touring karena harus kembali ke Jakarta sehubungan dengan waktu cuti yang sudah habis, padahal kami masih ingin eksplore kota-kota lainnya ahaha. Rute perjalanan pulang kami adalah Malang – Kuningan – Tangerang. Alhamdulillah selama perjalanan kami selalu dalam lindungan Allah SWT, kembali dengan selamat tanpa kekurangan suatu apa.



Banyak sekali hikmah dan manfaat dari liburan kali ini:

  1.  Waktu liburan adalah waktu berkumpul bersama keluarga, waktu meningkatkan bonding dan kedekatan antar anggota keluarga. Alhamdulillah selama perjalanan kamilebih banyak berinteraksi, saling membantu dan saling peduli.
  2.  Pengalaman berkeliling beberapa kota membuat anak menambah wawasan dan pengalaman tentang geografi, budaya dan wisata.
  3.  Perjalanan dengan komunitas menambah silaturahmi dan kekeluargaan dengan peserta lain, meningkatkan rasa empati dan saling menolong saat ada yang membutuhkan.
  4.  Waktu liburan yang terbatas dan rute yang panjang mengajarkan anak untuk disiplin mengikuti jadwalyang sudah disediakan, karena jika kita tidak disiplin akan ditinggal.
  5.  Liburan yang panjang membutuhkan perencanaan yang matang sehingga anak-anak sudah diajarkan bagaimana merencanakan suatu perjalanan.
  6.   Persiapan keperluan pribadi anak-anak sudah sejak awal dipersiapkan masing-masing sehingga anak-anak harus belajar bertanggungjawab dengan apa yang menjadi kewajibannya
  7.   Menikmati tempat-tempat wisata di Indonesia mengajarkan anak betapa indah dan kayanya bangsa kita
  8.    Selalu bersyukur atas setiap nikmat dan anugrah yang sudah Allah berikan kepada kita,salah satunya dengan perjalanan yang lancar aman dan selamat.
Terima kasih sudah membaca 🙏

Lebaran 2018: Touring Jawa Madura Bali (part 1: Hikmah Ramadhan dan Hari Raya)

 Setiap menjelang bulan ramadhan tiba semua kaum muslimin bersemangat menyambutnya, adalah kebahagiaan tersendiri bisa bertemu bulan suci. Selain karena banyaknya kegiatan ibadah juga karena setelah sebulan berpuasa akan bertemu hari raya. Hari lebaran selalu ditunggu-tunggu terutama bagi kami para perantau karena kesempatan untuk mudik bertemu orangtua dan sanak saudara. Sejak merantau ke Bandung untuk kuliah tahun 1997, lanjut ke Jakarta tahun 2002 dan akhirnya menetap di Tangerang sejak 2004, setiap tahun selalu antusias untuk mudik. Bahkan ayah biasanya lebih bersiap, dari awal ramadhan sudah melakukan check up pada mobil yang akan dipakai mudik. Maklum meskipun mudik ke Magelang yang jaraknya tidak terlalu jauh, namun saat mudik perjalanan menjadi lebih lama dari biasanya karena macet.


Lebaran tahun 2018 menjadi momen mudik yang panjang karena selain jatah cuti bersama yang didapat dari kantor, kita lanjut menambah cuti karena sudah ada rencana ikut touring lagi. Iya sejak ikut touring yang pertama pada akhir tahun 2017 ke Pagar Alam dan Palembang, kami sangat menantikan momen bisa bergabung touring lagi. Kali ini ayah mengajak kami untuk ikut touring Jawa Madura Bali. Membayangkan rencana dan melihat daftar perjalanan sudah sangat menyenangkan.

Seperti biasa saat mengikuti touring para panitia sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat detil. Pertama dibentuk panitia inti yang terdiri dari ketua pelaksana, bendahara, PIC tiap kota, supporting team, penasehat dan tim P3K. Kemudian panitia mulai menyusun ide tema, logo, proposal sponsorship, rute, jadwal detil tiap hari per jam, tempat istirahat yang akan disinggahi seperti rest area, restoran ataupun rumah singgah, hotel yang akan digunakan untuk menginap dan sebagainya. Untuk kesiapan kendaraan roda empat yang akan digunakan juga disiapkan sangat detil, apa saja yang harus dipersiapkan. Panitia membuat tip dan trik apa saja yang harus, boleh dan tidak boleh dilakukan oleh peserta. Setelah jumlah peserta fix ditentukan kemudian panitia membuat juga posisi urutan kendaraan di jalan. Panitia juga biasanya sudah menentukan even sosial yang nanti akan diselenggarakan di tempat tujuan.



Kebetulan liburan kenaikan kelas anak sekolah tahun ini bersamaan dengan momen puasa dan lebaran,sehingga libur lebaran buat anak-anak jadi lebih lama. Sejak kaka fathya pulang dari pondok tanggal 30 Mei 2018 dan kumpul semua di rumah maka suasana liburan semakin terasa. Momen liburan di saat bulan puasa kami manfaatkan untuk tawareh keliling di masjid-masjis sekitar Tangerang dan Jakarta. disaat weekday kami memilih masjid-masjid disekitar rumah di Tangerang, sedangkan snat weekend kami ke masjid-masjid besar di Jakarta seperti masjid Istiqlal, Sunda Kelapa, Al azhar dan lain-lain. Untuk buka puasa kadang kami juga ikut buka bersama di masjid, sungguh dengan melibatkan anak-anakpada acara seperti ini lebih terasa suasana bulan ramadhan dan kebersamaan dengan masyarakat luas.



Mudik lebaran



Perjalanan mudik lebaran  kami mulai pada 8 Juni 2018. Karena tanggal itu kami masih harus kerja maka anak-anak ikut ke kantor, sore hari baru mulai berangkat. Pada hari terakhir kerja di kantor biasanya rame dengan anak-anak, karena biasanya para ART sudah mulai mudik. Di kantor juga menyediakan bis mudik untuk pegawai dan keluarga. Jadi pada hari itu sangat ramai sekali, suasana jelang mudik sangat terasa.


Sesuai rencana hari pertama berangkat kami rute tangerang – jakarta – kuningan sehingga kami bermalam di kuningan. di perjalanan mudik kami sempat beristirahat di Posko mudik yang disediakan Pertamina di SPBU, alhamdulillah kami mendapatkan fasilitas untuk istirahat seperti tempat yang nyaman, alat pijit, mainan anak, televisi dan takjil untuk berbuka, alhamdulillah. Kami melanjutkan sholat maghrib dan tarawaeh di masjid besar yang ada di SPBU.


Keesokan harinya kami eksplore beberapa lokasi wisata di Kuningan dan sekitarnya. salah satu wisata yang kami kunjungi adalah Tenjo Laut High Land. Tenjo Laut terletak di Jalan Taman Nasional Gunung Ciremai, Mandirancan, Cigugur, Kabupaten Kuningan. Patokannya bersebelahan dengan lembaga rehabilitasi BNN dan dekat dengan bumi perkemahan Palutungan. Begitu memasuki area Tenjo Laut, akan terasa hawa dingin dan pemandangan yang sangat indah. Di atas ketinggian 1.100 mdpl itu akan terlihat Gunung Ciremai menjulang anggun, Gunung Slamet berdiri gagah, Waduk Darma membentang sangat cocok untuk melepas lelah, kami duduk-duduk di antara hutan pinus.





Rute selanjutnya adalah Kuningan – Semarang - Magelang dengan tujuan pertama Masjid Agung Semarang untuk berbuka dan sholat taraweh disana. Ternyata masjid sebesar pada saat buka dan taraweh sangat ramai sekali. Kemudian lanjut makan malam kuliner khas semarang yaitu soto semarang yang sangat lezat dengan aneka sate yang menggoda yaitu sate kerang, sate telorpuyuh, sate ayam dan kulit ayam serta aneka gorengan perkedel, tahu dan tempe. Setelah kenyang lanjut perjalanan ke Magelang, setiba disana sudah sangat malam sehingga langsung bersih-bersih, ngobrol sama eyang sebentar dan lanjut tidur takut besok bangun sahur kesiangan.





Di rumah eyang sudah ada saudara yang sudah mudik duluan, jadi sudah lumayan ramai. Kegiatan di rumah eyang anak-anak sudah seperti biasa, main api di tungku karena eyang masih menggunakan kayu bakan untuk memasak, memberi makan aneka hewan ternak yang dipelihara di belakang rumah ada ayam,bebek, burung merpati,kelinci,ikan dan lele. Selain itu eyang juga memelihara ikan di kolam yang ada di deket sawah, anak-anak biasanya selalu kegirangan diajak eyang mancing kesana.



Sore hari kami main alun-alun kota magelang, juga belanja beberapa keperluan serta yang pasti anak-anak mampir ke tokobuku langganannya.






Keesokan harinya sesuai rencana kami jalan-jalan ke Yogyakarta, biasanya kalau ke jogja kami main ke pantai, tapi kali ini hanya di kotanya saja karena tidak bisa menginap. Seharian anak-anak bermain di upsidedown yaitu area yang dibuat serba terbalik sehingga saat foto akan kelihatan kita jungkir balik. Kemudian siangnya bermain di taman pintar. 





Sore hari menjelang buka kami ke masjid Jogokariyan yang sangat terkenal itu, dan memang luar biasa ramainya.





Sehari sebelum lebaran tradisi di rumah eyang adalah memasak ketupat dan aneka masakan lain bersama-sama. Entahlah anak-anak cukup membantu atau menambah kerepotan yang penting kebersamaan mengolah makanan bersama-sama di dapur membuat suasana ramai, seru dan bahagia. Kemudian sore harinya kami ziarah ke makan para nenek kakek buyut dan saudara yang sudah mendahului kita. Kemudian dilanjutkan dengan buka bersama keluarga besar.






Hari lebaran merupakan hari spesial bagi semua umat muslim, sanak saudara semua berkumpul menjalankan sholat iedul fitri. Kami biasanya sholat Ied di lapangan Rindam kota Magelang. 







Setelah sungkem-sungkeman dengan eyang dilanjutkan dengan silaturahim ke tetangga dan saudara. Seharian penuh kami hanya mengunjungi saudara yang dekat saja, untuk yang jauh-jauh biasanya dilanjutkan di hari kedua dan seterusnya sampai hari ketujuh jadwal sudah ditentukan kemana saja. 




Namun lebaran kali ini hari kedua lebaran kami melanjutkan rute perjalanan yaitu Magelang – solo – Surabaya. 



Tulisan ini berlanjut ke bagian kedua yaa... disini 

Terima kasih sudah membaca 🙏





Sharing pengalaman menyekolahkan anak ke pesantren

  Pondok Pesantren Husnul Khotimah (Instagram) Sejak memasukkan kk fathya dan kk hana ke pesantren, banyak teman dan saudara yang sering ber...