Friday, December 29, 2017

Perjalanan Touring Perdana : Lampung - Pagar Alam - Palembang

 


Menjelang musim liburan akhir tahun semua sibuk membuat rencana, mau liburan kemana ya? Kami juga belum kepikiran mau liburan kemana akhir desember ini. Sampai akhirnya ayah mengabarkan bahwa ada rencana group komunitas mobil akan mengadakan touring ke Pagar Alam pada liburan natal nanti. Langsung kami pelajari jadwal, rute dan budget yang harus disiapkan. Rencana rute yang akan dilewati adalah Jakarta-palembang-lahat-pagar alam dan kembali lagi denga jalur yang sama. Dari jadwal yang sudah ditentukan yaitu tanggal 21-27 Desember, diperkirakan kami harus mengambil tambahan cuti dua hari diluar cuti bersama yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Jadi kami sepakat untuk mengambil cuti tambahan pada waktu yang sudah ditentukan. Anak-anak juga aman karena memang pas dengan libur akhir semester ganjil.



Persiapan Touring

Ini adalah group touring perdana yang akan kami ikuti. Saya baru tahu ternyata untuk mengadakan suatu touring panitia mempersiapkan semuanya dengan sangat detil. Pertama dibentuk panitia yang terdiri dari ketua pelaksana, bendahara, PIC tiap kota, supporting team, penasehat dan tim P3K. Kemudian panitia mulai menyusun ide tema, logo, proposal sponsorship, rute, jadwal detil tiap hari per jam, tempat istirahat yang akan disinggahi seperti rest area, restoran ataupun rumah singgah, hotel yang akan digunakan untuk menginap dan sebagainya. Untuk kesiapan kendaraan roda empat yang akan digunakan juga disiapkan sangat detil, apa saja yang harus dipersiapkan. Panitia membuat tip dan trik apa saja yang harus, boleh dan tidak boleh dilakukan oleh peserta. Setelah jumlah peserta fix ditentukan kemudian panitia membuat juga posisi urutan kendaraan di jalan,serta siapa yang bertugas menjadi kapten, sweeper, officer dan P3K.



Mendekati hari H keberangkatan ternyata ayah ada  tugas dadakan ke Singapura, jadi sempat ragu bisa ikut touring atau tidak, setelah konsultasi dengan panitia ternyata dibolehkan berangkat belakangan menyusul ke lokasi.

Kami mulai membuat list yang akan dibawa, berapa hari nginep dan butuh berapa stel baju ganti serta perlengkapan lain. Kakak-kakak sudah terbiasa menyiapkan dan mengemas keperluan pribadi saat akan melakukan travelling, mereka sudah diajarkan harus bertanggungjawab dengan keperluan pribadinya jadi kami orangtua tinggal melakukan checking. Untuk makanan dan minuman kami hanya membawa sesuai kebutuhan karena untuk keperluan makan besar bisa istirahat di jalan. Obat-obatan dan keperluan gadget juga jangan sampai ketinggalan.



Tangerang – Lampung

Akhirnya tanggal 22 Desember kami mulai perjalanan dengan rute Tangerang – Lampung. Alhamdulillah cuaca sangat cerah dan kami semua antusias. Ini adalah pengalaman kedua anak-anak melakukan penyeberangan melalui pelabuhan Merak – Bakauheni. Dari Tangerang menuju pelabuhan Merak cukup melalui tol Tangerang – Merak. Memasuki area pelabuhan langsung membeli tiket untuk kendaraan dan penumpang. Penyeberangan dengan jarak kurang lebih 90 KM biasanya ditempuh dalam waktu 1,5 jam.



Selama penyeberangan anak-anak bermain di kapal, makan dan nonton film yang disediakan di ruangan kapal. Alhamdulillah penyeberangan lancar dan langsung lanjut ke hotel dulu karena sudah mau malam. Kami juga sempat mampir makan malam dan bermain di arena pasar malam Metro Lampung.



Lampung – Pagar Alam

Rute perjalanan selanjutnya adalah Lampung – Pagar Alam, dengan menggunakan google maps kami diarahkan melalui jalur lintas sumatra. Ini adalah rute yang belum pernah kami lalui, jadi kami benar-benar mengandalkan peta. Hingga siang hari kami masih melalui jalanan yang sangat asing bagi kami, hingga saatnya berhenti istirahat sholat dan makan siang.



Kami menemukan rumah makan yang cukup nyaman untuk istirahat dengan menu pindang patin khas sumatra yang enak dan juga beberapa menu lain dengan harga terjangkau.


Di sepanjang perjalanan juga ada beberapa yang menjual duku karena saat ini lagi musim panen duku. dan duku yang terkenal paling manis adalah duku palembang.


Untuk menghemat waktu karena jarak tempuh masih jauh kami kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini jalanan lebih kecil dan relatif sepi, jadi kami sempat khawatir juga. Bahkan menjelang maghrib kami masih berada di jalanan alternatif yang sangat sepi, melewati pinggiran sungai. Kami sempat berpapasan dengan 2 orang pemuda yang sedang merokok di pinggir jalan, entah kenapa rasanya makin mencekam. Ayah memacu kendaraan agar lebih cepat, namun kondisi jalan yang kurang bagus sehingga tidak bisa melaju. Akhirnya saat maghrib kami kembali menemukan jalan besar dan beristirahat di SPBU. 



Setelah berkoordinasi dengan panitia dan melihat peta ternyata jarak ke hotel sudah cukup dekat dan kami sampai di hotel pas waktu makan malam tiba.



Wisata Pagar Alam

Setelah beristirahat semalaman, pagi ini kami semua kembali bersiap untuk mengikuti rangkaian acara hari ini bersama peserta touring yang lain. Setelah sarapan kami semua berangkat beriringan menuju Gunung Dempo. Gunung Dempo dengan ketinggian 3.159 mdpl terletak di perbatasan provinsi Sumatra Selatan dan provinsi Bengkulu tepatnya di kota dingin penghasil kopi robusta yaitu Kota Pagaralam. Sesuai dengan namanya, Kota Pagaralam dikelilingi oleh pegunungan Bukit Barisan dan yang tertinggi adalah Gunung Dempo.



Sepanjang perjalanan peandangan sangat indah dan udara sangat sejuk, ditambah dengan suasana touring yang menyenangkan. Kami semua sangat senang sehingga tidak sia-sia rasanya kemarin berjuang seharian perjalanan dari Lampung ke Pagaralam.




Di puncak kami piknik menikmati pemandangan dan jajan aneka makanan hangat karena udara sangat dingin.



Dari gunung dempo kami turun menuju wisata alama hutan bambu. Hutan bambu ini terbilang langka, lantaran menjulang tinggi ke langit hingga mencapai ratusan meter.  Hutan bambu di kawasan hutan kota di Pagar Alam ini tumbuh bersama pepohonan langka lain yang usianya mencapai ratusan hingga ribuan tahun. Tingginya yang menjulang ditambah udara sejuk di sekitar hutan membuat para pengunjung seperti dimanjakan. Hutan bambu seluas 10 hektare ini juga menjadi objek wisata outbound lantaran keasriannya masih terjaga.



Di dalam kawasan hutan bambu kami juga sempat melihat bunga bangkai raksasa meskipun masih kuncup belum mekar. Kibut atau bunga bangkai raksasa atau suweg raksasa, Amorphophallus titanum Becc., merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae) endemik dari Sumatra, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia, kibut disebut juga bunga bangkai dikarenakan bunganya yang mengeluarkan bau seperti bangkai yang membusuk, yang dimaksudkan sebenarnya untuk mengundang kumbang dan lalat untuk menyerbuki bunganya.



Selanjutnya kami istirahat sholat makan siang dengan makanan khas pagaralam dengan pemandangan yang indah.



Rute selanjutnya adalah melihat kebun buah-buahan. Disana sayangnya tidak banyak pohon yang sedang berbuah sehingga kami hanya membeli jambu jamaika yang memang dikembangkan disana. Jambu bol (atau jambu kepal, jambu dersono, jambu jamaika, jambu merah) adalah pohon buah kerabat jambu-jambuan. Buah jambu ini memiliki tekstur daging yang lebih lembut dan lebih padat dibandingkan dengan jambu air.


Kami juga sempat mampir ke tempat suaka peninggalan sejarah dan purbakala arca manusia dan dolmen. Di Sumatera, bangunan megalitik terdapat di bagian selatan pulau, yang di dataran tinggi Tanah Besemah. Daerah ini terletak di antara Bukit Barisan dan Pegunungan Gumay, di lereng Gunung Dempo (3173 m). Peninggalan megalitik di Besemah tidak pernah dipengaruhi oleh budaya Hindu, tetapi masih termasuk dalam jangkauan masa prasejarah. Bentuk megalitik tampak nyata pada peninggalan tersebut seperti pada menhir, dolmen, dan lain-lain. Dolmen atau meja batu adalah peninggalan zaman megalitikum yang terdiri dari sebuah batu besar yang ditopang oleh batu-batu berukuran lebih kecil sebagai kakinya. Di Tanah Besemah, Sumatera Selatan, pernah ada budaya yang hidup dan berkembang dalam lintasan prasejarah.Hal ini terbukti dengan banyaknya peninggalan budaya megalitik yang tersebar.


Lokasi peninggalan sejarah ini berada di pinggir jalan dan di area sawah-sawah, jadi anak-anak bermain juga berlarian di pematang sawah.



 

Menjelang sore kami melanjutkan perjalanan menuju air tejun Cughup Mangkok. Chugup mangkok terletak di Desa Dempo Makmur, Kecamatan Pagar Alam Utara, Kota Pagar Alam. Berdekatan dengan Dempo Park, dan hanya 30 menit perjalanan darat dari kota Pagar Alam. Air terjun ini posisinya di antara bebatuan besar dengan pepohonan yang hijau berada di sekitarnya. Airnya terasa sangat dingin namun anak-anak senang sekali berenang karena cukup dangkal. Setelah puas berenag dan bermain air kami kembali ke hotel.



Malam hari saat makan malam panitia mengadakan acara kebersamaan, perkenalan anggota keluar dan beberapa permainan untuk anak-anak. Acara sederhana namun sangat menghibur dan anak-anak juga menikmati, namun karena harus istirahat jadi acara tidak bisa lama-lama.



Pagar Alam – Palembang

Pagi hari kami kembali bersiap untuk rute hari ini yaitu Pagar Alam – Palembang. Pemandangan di sekitar hotel sangat bagus dan udara sangat sejuk, jadi kami  sempatkan berjalan-jalan sambil menunggu pengisian BBM mobil. Setelah sarapan dan memastikan semua kendaraan dalam kondisi prima, kami berangkat beriringan melewati jalur lahat – muara enim – prabumulih – palembang.




Sepanjang perjalanan terlihat indahnya bukit barisan. Banyak tempat-tempat pemberhentian untuk spot foto-foto dan nongkrong menikmati pemandangan. Kami tidakbisa berhenti dulu karena mengejar waktu. Jalanan yang kami lalui cukup kecil dan banyak lubang, jadi harus berhati-hati dan tidak bisa cepat.



Di kabupaten Lahat kami sempat bersilaturahmi dengan pimpinan daerah setempat. Sambil beristirahat dan menikmati lingkungan sekitar.




Perjalanan dilanjutkan menuju Palembang, tidak banyak berhenti hanya waktu sholat dan makan saja.



Sampai Palembang sudah maghrib jadi kami langsung menuju restoran Riverside. River Side Restaurant merupakan tempat makan yang berada di atas sungai Musi dan Komplek Wisata Benteng Kuto Besak Palembang. Tempat makan ini menjadi salah satu destinasi wisata Favorit di Kota Palembang. Menarikny karena restoran ini berada persis di atas Sungai Musi. Rasanya seolah-olah kita sedang makan disebuah kapal pesiar berukuran besar. Dari tempat ini dapat melihat langsung landmark kota Palembang seperti Jembatan Ampera, Jembatan Musi 6, Tugu Belido dan Benteng Kuto Besak, termasuk kegiatan sungai Musi pada malam hari. Di Depan River Side juga terdapat Restoran Kuto Besak Theater. Keistimewaan utama di River Side Restaurant Palembang adalah suasana makannya yang sangat menarik, terlebih lagi ketika malam hari, kita dapat melihat hiasan lampu-lampu yang membuat kesan sangat luar biasa.



Menu yang disajikan sangat banyak variasinya, dari makanan khas Palembang sampai aneka olahan seafood. Tersedia juga anek dessert yang menggoda.



Setelah makan malam selesai dilanjutkan dengan acara kebersamaan dan pesta makan durian sepuasnya ahaha. Buah durian merupakan salah satu daya tarik kota Palembang, ada beberapa jenis pada sat musim panen yaitu:

1. Durian Lubuklinggau : Di Lubuklinggau dikenal dua jenis durian yakni perahu dan tembaga. Durian perahu bentuknya besar lonjong, sedangkan jenis tembaga bentuknya agak kecil bulat, tapi sangat manis.

2. Durian Lahat : Dari wangi dan isi daging buah yang banyak menjadi ciri khas durian Lahat. Durian Lahat ini juga rasanya enak dan harumnya yang wangi.

3. Durian Muara Enim : Durian Muara Enim dikenal manis. Tidak kalah dengan Durian yang biasanya datang dari daerah Tebing Tinggi Empat Lawang.

4. Durian Tebing Tinggi Empat Lawang : Durian yang paling enak, adalah Durian tembaga dari Kabupaten Empat Lawang. Bentuk Duriannya kecil, namun warna dagingnya benar-benar kuning dan rasanya manis, dan ada yang berwarna hijau memiliki daging yang padat.

Meskipun waktu sudah menunjukkan waktu lebih dari jam10 malam, namun semua masih sangat antusias menikmati acara. Hingga akhirnya kami menuju hotel untuk beristirahat.



Wisata Palembang

Ini adalah pengalaman pertama anak-anak ke kota Palembang. Dari sebelum berangkat mereka sudah semangat untuk makan pempek sepuasnya karenaitu makanan favoritnya, dan kebetulan lokasi hotel bersebelahan dengan salah satu restoran pempek yang cukup terkenal. Alhamdulillah anak-anak puas makan aneka jenis pempek dan juga untuk oleh-oleh.





Beberapa tempat yang sempat kami kunjungi yaitu :

Monumen perjuangan rakyat palembang atau MONPERA merupakan monumen yang menyimpan berbagai cerita, gambaran dan peralatan yang dipakai saat perang lima hari lima malam di palembang dimana perang tersebut melibatkan seluruh rakyat untuk melawan penjajah. Monumen ini berdiri kokoh di pusat kota tidak jauh dari jembatan ampera. Disini kami hanya melihat-lihat dan foto-foto, namun tiba-tiba ada kakek-kaek tua datang menawarkan untuk foto langsung jadi. Jadilah kami menerima tawaran karena kasihan dengan si kakek, meskipun saat ini para penjual jasa foto langsung jadi sudah tidak laku lagi karena sudah ada gadget yang mudah  digunakan untuk berswafoto. 



Gelora Sriwijaya yang dikenal dengan nama jakabaring adalah stadion sepak bola terbesar ketiga di Indonesia dengan kapasitas 40.000 orang. Stadium ini merupakan kebanggaan warga palembang yang sering digunakan oleh Sriwijaya FC sebagai markas dan tempat tanding sepak bola. Gelora ini dilengkapi dengan fasilitas senam, kolam renang, landas pacu balap kuda dan arena bowling. Kami disana bermain bowling dan keliling di sekitar gelora karena banyak tempat bagus untuk foto-foto.



Jembatan ampera yang merupakan icon dan lambang kota Palembang, yang dibangun pada tahun 1962 selama 3 tahun. Pada saat diresmikan pada tahun 1965 jembatan ini diberi nama Jembatan Bung Karno, namun karena pergolakan pada tahun 1966 maka dirubah nama menjadi jembatan ampera yang merupakan singkatan dari amanat penderitaan rakyat. Jembatan ini menghubungkan Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang terpisah oleh sungai Musi. Jembatan sepanjang 1.177 meter dengan lebar 22 meter ini mempunyai pemberat 500 ton. Pemberat ini dimaksudkan agar pada saat ada kapal lewat maka bagian tengahnya akan terangkat. Namun sejak tahun 1970 bagian tengah sudah tidak bisa diangkat lagi dan sejak tahun 1990 pemberatnya dibongkar karena dikhawatirkan akan membahayakan.



Keindahan jembatan ini sangat cocok untuk dimanfaatkan sebagai area berfoto-foto baik pada siang maupun malam hari. Latar belakang sungai musi yag luas serta jembatan yang megah sangat instragamable. Tidak jauh dari jembatan juga banyak restoran dan toko-toko souvenir khas Palembang.

Palembang - Tangerang

Menjelang sore kami harus kembali bersiap untuk meninggalkan kota Palembang kembali ke rumah masing-masing. Perjalanan melalui tol yang baru diresmikan.



Di jalan kami sempat mampir untuk makan dan kembali pesta durian.



Di perjalanan pulang kali ini ada 2 kejadian yang kurang menyenangkan.

Yang pertama adalah mobil di depan kami roof box nya terbuka sehingga barang bawaan didalamnya berserakan kemana-mana dan tidak sempat diselamatkan karena kejadian masih di jalan tol jadi kecepatan sedang tinggi.



Yang kedua adalah tiba-tiba pada saat malam hari gelap gulita, di tengah jalan entah dimana ban mobil meletus. Mobil saat kecepatan cukup tinggi sempat oleng, namun alhamdulillah tidak terjadi apa-apa. Kami menepi dan melapor kepada kapten rombongan. Akhirnya semua mobil berhenti dan membantu kami mengganti ban. Suasana sangat mencekam karena kondisi jalanan sangat gelap dan sepi, kami sempet khawatir juga. Alhamdulillah kami berada dalam rombongan jadi merasa aman dan sangat terbantu.



Menjelang dini hari kami sampai di pelabuhan Bakauheni. Sambil menunggu antrian masuk kapal semua beristirahat di mobil masing-masing dan dilanjutkan istirahat di kapal.



Pagi subuh alhamdulillah kami semua sudah sampai merak dan lanjut masuk Tol Merak – Tangerang. Di rest area kami sempat berkumpul untuk perpisahan.



Sampai rumah pagi hari, badan rasanya capek tapi hati senang. Maunya langsung istirahat namun apadaya cuti sudah habis jadi tetapharus lanjut ke kantor ahaha nasib.

Touring perdana kami ini sangat menyenangkan sekali bagi ayah sebagai driver yang selalu menyetir setiap saat dan memastikan kondisi kendaraan, mama yang selalu menyiapkan segala keperluan dan buat anak-anak pengalaman yang sangat berharga.



Tentu saja pengalaman liburan ini sangat berkesan karena banyak memberikan manfaat dan pembelajaran untuk kami terutama anak-anak. Sikap-sikap yang bisa diteladani seperti membuat perencanaan, persiapan yang matang, disiplin dan tepat waktu, bekerjasama, saling peduli dan senang menolong juga belajar melaksanakan kewajiban pribadi. Dengan melakukan perjalanan bersama-sama kita harus mengikuti aturan dan jadwalyang sudah ditentukan. Kita juga saling bahu membahu saat ada yang membutuhkan.

Pembelajaran tentang geografi, daerah, kultur budaya, tempat wisata dan kekayaan bangsa Indonesia. Anak-anak mendapatkan pengalaman baru melintasi daerah-daerah yang baru.

Dan yang pasti meningkatkan rasa syukur kepada Allah Swt yang sudah memberikan kesempatan, nikmat, lancar tanpa gangguan berarti, aman dan semua kemudahan yang kami dapatkan selama perjalanan ini. Alhamdulillah.

Terima kasih sudah membaca 🙏

No comments:

Post a Comment

Sharing pengalaman menyekolahkan anak ke pesantren

  Pondok Pesantren Husnul Khotimah (Instagram) Sejak memasukkan kk fathya dan kk hana ke pesantren, banyak teman dan saudara yang sering ber...