Setiap menjelang bulan ramadhan tiba semua kaum muslimin bersemangat menyambutnya, adalah kebahagiaan tersendiri bisa bertemu bulan suci. Selain karena banyaknya kegiatan ibadah juga karena setelah sebulan berpuasa akan bertemu hari raya. Hari lebaran selalu ditunggu-tunggu terutama bagi kami para perantau karena kesempatan untuk mudik bertemu orangtua dan sanak saudara. Sejak merantau ke Bandung untuk kuliah tahun 1997, lanjut ke Jakarta tahun 2002 dan akhirnya menetap di Tangerang sejak 2004, setiap tahun selalu antusias untuk mudik. Bahkan ayah biasanya lebih bersiap, dari awal ramadhan sudah melakukan check up pada mobil yang akan dipakai mudik. Maklum meskipun mudik ke Magelang yang jaraknya tidak terlalu jauh, namun saat mudik perjalanan menjadi lebih lama dari biasanya karena macet.
Lebaran tahun 2018
menjadi momen mudik yang panjang karena selain jatah cuti bersama yang didapat
dari kantor, kita lanjut menambah cuti karena sudah ada rencana ikut touring
lagi. Iya sejak ikut touring yang pertama pada akhir tahun 2017 ke Pagar Alam
dan Palembang, kami sangat menantikan momen bisa bergabung touring lagi. Kali
ini ayah mengajak kami untuk ikut touring Jawa Madura Bali. Membayangkan
rencana dan melihat daftar perjalanan sudah sangat menyenangkan.
Seperti biasa saat
mengikuti touring para panitia
sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat detil. Pertama
dibentuk panitia
inti yang terdiri dari ketua pelaksana, bendahara, PIC
tiap kota, supporting team, penasehat dan tim P3K. Kemudian panitia mulai
menyusun ide tema, logo, proposal sponsorship, rute, jadwal detil tiap hari per
jam, tempat istirahat yang akan disinggahi seperti rest area, restoran ataupun
rumah singgah, hotel yang akan digunakan untuk menginap dan sebagainya. Untuk
kesiapan kendaraan roda empat yang akan digunakan juga disiapkan sangat detil,
apa saja yang harus dipersiapkan. Panitia membuat tip dan trik apa saja yang
harus, boleh dan tidak boleh dilakukan oleh peserta. Setelah jumlah peserta fix
ditentukan kemudian panitia membuat juga posisi urutan kendaraan di jalan. Panitia juga
biasanya sudah menentukan even sosial yang nanti akan diselenggarakan di tempat
tujuan.
Kebetulan liburan
kenaikan kelas anak sekolah tahun ini bersamaan dengan momen puasa dan
lebaran,sehingga libur lebaran buat anak-anak jadi lebih lama. Sejak kaka
fathya pulang dari pondok tanggal 30 Mei 2018 dan kumpul semua di rumah maka
suasana liburan semakin terasa. Momen liburan di saat bulan puasa kami
manfaatkan untuk tawareh keliling di masjid-masjis sekitar Tangerang dan
Jakarta. disaat weekday kami memilih masjid-masjid disekitar rumah di
Tangerang, sedangkan snat weekend kami ke masjid-masjid besar di Jakarta
seperti masjid Istiqlal, Sunda Kelapa, Al azhar dan lain-lain. Untuk buka puasa
kadang kami juga ikut buka bersama di masjid, sungguh dengan melibatkan
anak-anakpada acara seperti ini lebih terasa suasana bulan ramadhan dan
kebersamaan dengan masyarakat luas.
Mudik lebaran
Perjalanan mudik
lebaran kami mulai pada 8 Juni 2018. Karena
tanggal itu kami masih harus kerja maka anak-anak ikut ke kantor, sore hari
baru mulai berangkat. Pada hari terakhir kerja di kantor biasanya rame dengan
anak-anak, karena biasanya para ART sudah mulai mudik. Di kantor juga
menyediakan bis mudik untuk pegawai dan keluarga. Jadi pada hari itu sangat
ramai sekali, suasana jelang mudik sangat terasa.
Sesuai rencana hari pertama berangkat kami rute tangerang – jakarta – kuningan sehingga kami bermalam di kuningan. di perjalanan mudik kami sempat beristirahat di Posko mudik yang disediakan Pertamina di SPBU, alhamdulillah kami mendapatkan fasilitas untuk istirahat seperti tempat yang nyaman, alat pijit, mainan anak, televisi dan takjil untuk berbuka, alhamdulillah. Kami melanjutkan sholat maghrib dan tarawaeh di masjid besar yang ada di SPBU.
Keesokan harinya kami eksplore beberapa lokasi wisata di
Kuningan dan sekitarnya. salah satu wisata yang kami kunjungi adalah Tenjo Laut High Land.
Rute selanjutnya
adalah Kuningan – Semarang - Magelang dengan tujuan pertama Masjid Agung
Semarang untuk berbuka dan sholat taraweh disana. Ternyata masjid sebesar pada
saat buka dan taraweh sangat ramai sekali. Kemudian lanjut makan malam kuliner
khas semarang yaitu soto semarang yang sangat lezat dengan aneka sate yang
menggoda yaitu sate kerang, sate telorpuyuh, sate ayam dan kulit ayam serta
aneka gorengan perkedel, tahu dan tempe. Setelah kenyang lanjut perjalanan ke
Magelang, setiba disana sudah sangat malam sehingga langsung bersih-bersih,
ngobrol sama eyang sebentar dan lanjut tidur takut besok bangun sahur kesiangan.
Di rumah eyang
sudah ada saudara yang sudah mudik duluan, jadi sudah lumayan ramai. Kegiatan di
rumah eyang anak-anak sudah seperti biasa, main api di tungku karena eyang
masih menggunakan kayu bakan untuk memasak, memberi makan aneka hewan ternak yang
dipelihara di belakang rumah ada ayam,bebek, burung merpati,kelinci,ikan dan
lele. Selain itu eyang juga memelihara ikan di kolam yang ada di deket sawah,
anak-anak biasanya selalu kegirangan diajak eyang mancing kesana.
Sore hari kami
main alun-alun kota magelang, juga belanja beberapa keperluan serta yang pasti
anak-anak mampir ke tokobuku langganannya.
Keesokan harinya sesuai rencana kami jalan-jalan ke Yogyakarta, biasanya kalau ke jogja kami main ke pantai, tapi kali ini hanya di kotanya saja karena tidak bisa menginap. Seharian anak-anak bermain di upsidedown yaitu area yang dibuat serba terbalik sehingga saat foto akan kelihatan kita jungkir balik. Kemudian siangnya bermain di taman pintar.
Sore hari menjelang buka kami ke masjid Jogokariyan yang
sangat terkenal itu, dan memang luar biasa ramainya.
Sehari sebelum
lebaran tradisi di rumah eyang adalah memasak ketupat dan aneka masakan lain
bersama-sama. Entahlah anak-anak cukup membantu atau menambah kerepotan yang
penting kebersamaan mengolah makanan bersama-sama di dapur membuat suasana
ramai, seru dan bahagia. Kemudian sore harinya kami ziarah ke makan para nenek
kakek buyut dan saudara yang sudah mendahului kita. Kemudian dilanjutkan dengan
buka bersama keluarga besar.
Hari lebaran merupakan hari spesial bagi semua umat muslim, sanak saudara semua berkumpul menjalankan sholat iedul fitri. Kami biasanya sholat Ied di lapangan Rindam kota Magelang.
Setelah sungkem-sungkeman dengan eyang dilanjutkan dengan silaturahim ke tetangga dan saudara. Seharian penuh kami hanya mengunjungi saudara yang dekat saja, untuk yang jauh-jauh biasanya dilanjutkan di hari kedua dan seterusnya sampai hari ketujuh jadwal sudah ditentukan kemana saja.
Namun lebaran kali ini hari kedua
lebaran kami melanjutkan rute perjalanan yaitu Magelang – solo – Surabaya.
Tulisan ini berlanjut ke bagian kedua yaa... disini
Terima kasih sudah membaca 🙏
No comments:
Post a Comment