Saturday, June 30, 2018

Lebaran 2018: Touring Jawa Madura Bali (part 1: Hikmah Ramadhan dan Hari Raya)

 Setiap menjelang bulan ramadhan tiba semua kaum muslimin bersemangat menyambutnya, adalah kebahagiaan tersendiri bisa bertemu bulan suci. Selain karena banyaknya kegiatan ibadah juga karena setelah sebulan berpuasa akan bertemu hari raya. Hari lebaran selalu ditunggu-tunggu terutama bagi kami para perantau karena kesempatan untuk mudik bertemu orangtua dan sanak saudara. Sejak merantau ke Bandung untuk kuliah tahun 1997, lanjut ke Jakarta tahun 2002 dan akhirnya menetap di Tangerang sejak 2004, setiap tahun selalu antusias untuk mudik. Bahkan ayah biasanya lebih bersiap, dari awal ramadhan sudah melakukan check up pada mobil yang akan dipakai mudik. Maklum meskipun mudik ke Magelang yang jaraknya tidak terlalu jauh, namun saat mudik perjalanan menjadi lebih lama dari biasanya karena macet.


Lebaran tahun 2018 menjadi momen mudik yang panjang karena selain jatah cuti bersama yang didapat dari kantor, kita lanjut menambah cuti karena sudah ada rencana ikut touring lagi. Iya sejak ikut touring yang pertama pada akhir tahun 2017 ke Pagar Alam dan Palembang, kami sangat menantikan momen bisa bergabung touring lagi. Kali ini ayah mengajak kami untuk ikut touring Jawa Madura Bali. Membayangkan rencana dan melihat daftar perjalanan sudah sangat menyenangkan.

Seperti biasa saat mengikuti touring para panitia sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat detil. Pertama dibentuk panitia inti yang terdiri dari ketua pelaksana, bendahara, PIC tiap kota, supporting team, penasehat dan tim P3K. Kemudian panitia mulai menyusun ide tema, logo, proposal sponsorship, rute, jadwal detil tiap hari per jam, tempat istirahat yang akan disinggahi seperti rest area, restoran ataupun rumah singgah, hotel yang akan digunakan untuk menginap dan sebagainya. Untuk kesiapan kendaraan roda empat yang akan digunakan juga disiapkan sangat detil, apa saja yang harus dipersiapkan. Panitia membuat tip dan trik apa saja yang harus, boleh dan tidak boleh dilakukan oleh peserta. Setelah jumlah peserta fix ditentukan kemudian panitia membuat juga posisi urutan kendaraan di jalan. Panitia juga biasanya sudah menentukan even sosial yang nanti akan diselenggarakan di tempat tujuan.



Kebetulan liburan kenaikan kelas anak sekolah tahun ini bersamaan dengan momen puasa dan lebaran,sehingga libur lebaran buat anak-anak jadi lebih lama. Sejak kaka fathya pulang dari pondok tanggal 30 Mei 2018 dan kumpul semua di rumah maka suasana liburan semakin terasa. Momen liburan di saat bulan puasa kami manfaatkan untuk tawareh keliling di masjid-masjis sekitar Tangerang dan Jakarta. disaat weekday kami memilih masjid-masjid disekitar rumah di Tangerang, sedangkan snat weekend kami ke masjid-masjid besar di Jakarta seperti masjid Istiqlal, Sunda Kelapa, Al azhar dan lain-lain. Untuk buka puasa kadang kami juga ikut buka bersama di masjid, sungguh dengan melibatkan anak-anakpada acara seperti ini lebih terasa suasana bulan ramadhan dan kebersamaan dengan masyarakat luas.



Mudik lebaran



Perjalanan mudik lebaran  kami mulai pada 8 Juni 2018. Karena tanggal itu kami masih harus kerja maka anak-anak ikut ke kantor, sore hari baru mulai berangkat. Pada hari terakhir kerja di kantor biasanya rame dengan anak-anak, karena biasanya para ART sudah mulai mudik. Di kantor juga menyediakan bis mudik untuk pegawai dan keluarga. Jadi pada hari itu sangat ramai sekali, suasana jelang mudik sangat terasa.


Sesuai rencana hari pertama berangkat kami rute tangerang – jakarta – kuningan sehingga kami bermalam di kuningan. di perjalanan mudik kami sempat beristirahat di Posko mudik yang disediakan Pertamina di SPBU, alhamdulillah kami mendapatkan fasilitas untuk istirahat seperti tempat yang nyaman, alat pijit, mainan anak, televisi dan takjil untuk berbuka, alhamdulillah. Kami melanjutkan sholat maghrib dan tarawaeh di masjid besar yang ada di SPBU.


Keesokan harinya kami eksplore beberapa lokasi wisata di Kuningan dan sekitarnya. salah satu wisata yang kami kunjungi adalah Tenjo Laut High Land. Tenjo Laut terletak di Jalan Taman Nasional Gunung Ciremai, Mandirancan, Cigugur, Kabupaten Kuningan. Patokannya bersebelahan dengan lembaga rehabilitasi BNN dan dekat dengan bumi perkemahan Palutungan. Begitu memasuki area Tenjo Laut, akan terasa hawa dingin dan pemandangan yang sangat indah. Di atas ketinggian 1.100 mdpl itu akan terlihat Gunung Ciremai menjulang anggun, Gunung Slamet berdiri gagah, Waduk Darma membentang sangat cocok untuk melepas lelah, kami duduk-duduk di antara hutan pinus.





Rute selanjutnya adalah Kuningan – Semarang - Magelang dengan tujuan pertama Masjid Agung Semarang untuk berbuka dan sholat taraweh disana. Ternyata masjid sebesar pada saat buka dan taraweh sangat ramai sekali. Kemudian lanjut makan malam kuliner khas semarang yaitu soto semarang yang sangat lezat dengan aneka sate yang menggoda yaitu sate kerang, sate telorpuyuh, sate ayam dan kulit ayam serta aneka gorengan perkedel, tahu dan tempe. Setelah kenyang lanjut perjalanan ke Magelang, setiba disana sudah sangat malam sehingga langsung bersih-bersih, ngobrol sama eyang sebentar dan lanjut tidur takut besok bangun sahur kesiangan.





Di rumah eyang sudah ada saudara yang sudah mudik duluan, jadi sudah lumayan ramai. Kegiatan di rumah eyang anak-anak sudah seperti biasa, main api di tungku karena eyang masih menggunakan kayu bakan untuk memasak, memberi makan aneka hewan ternak yang dipelihara di belakang rumah ada ayam,bebek, burung merpati,kelinci,ikan dan lele. Selain itu eyang juga memelihara ikan di kolam yang ada di deket sawah, anak-anak biasanya selalu kegirangan diajak eyang mancing kesana.



Sore hari kami main alun-alun kota magelang, juga belanja beberapa keperluan serta yang pasti anak-anak mampir ke tokobuku langganannya.






Keesokan harinya sesuai rencana kami jalan-jalan ke Yogyakarta, biasanya kalau ke jogja kami main ke pantai, tapi kali ini hanya di kotanya saja karena tidak bisa menginap. Seharian anak-anak bermain di upsidedown yaitu area yang dibuat serba terbalik sehingga saat foto akan kelihatan kita jungkir balik. Kemudian siangnya bermain di taman pintar. 





Sore hari menjelang buka kami ke masjid Jogokariyan yang sangat terkenal itu, dan memang luar biasa ramainya.





Sehari sebelum lebaran tradisi di rumah eyang adalah memasak ketupat dan aneka masakan lain bersama-sama. Entahlah anak-anak cukup membantu atau menambah kerepotan yang penting kebersamaan mengolah makanan bersama-sama di dapur membuat suasana ramai, seru dan bahagia. Kemudian sore harinya kami ziarah ke makan para nenek kakek buyut dan saudara yang sudah mendahului kita. Kemudian dilanjutkan dengan buka bersama keluarga besar.






Hari lebaran merupakan hari spesial bagi semua umat muslim, sanak saudara semua berkumpul menjalankan sholat iedul fitri. Kami biasanya sholat Ied di lapangan Rindam kota Magelang. 







Setelah sungkem-sungkeman dengan eyang dilanjutkan dengan silaturahim ke tetangga dan saudara. Seharian penuh kami hanya mengunjungi saudara yang dekat saja, untuk yang jauh-jauh biasanya dilanjutkan di hari kedua dan seterusnya sampai hari ketujuh jadwal sudah ditentukan kemana saja. 




Namun lebaran kali ini hari kedua lebaran kami melanjutkan rute perjalanan yaitu Magelang – solo – Surabaya. 



Tulisan ini berlanjut ke bagian kedua yaa... disini 

Terima kasih sudah membaca 🙏





No comments:

Post a Comment

Sharing pengalaman menyekolahkan anak ke pesantren

  Pondok Pesantren Husnul Khotimah (Instagram) Sejak memasukkan kk fathya dan kk hana ke pesantren, banyak teman dan saudara yang sering ber...