Sebuah
keluarga terasa lengkap adalah saat berkumpulnya ayah, ibu dan anak-anaknya. Namun
seiring waktu berjalan kadang kenyataan hidup berkata lain. Rasanya tidak
pernah terbayangkan hidup terpisah-pisah dengan suami dan anak-anak. Sejak
lulus SD pada tahun 2017 kaka iya, si anak sulung sudah berkeinginan kuat untuk
ikut sekolah boarding, jadilah kami orangtuanya mendukung penuh meskipun dengan
berat hati. Pun tahun berikutnya saat si anak tengah, kaka nana juga
berkeinginan untuk sekolah boarding maka kami pun kembali mendukungnya. Namun
karena takdir, ternyata mereka tidak bisa mendapatkan satu sekolah yang sama.
Akhirnya mereka boarding di sekolah yang berbeda kota. Kehidupan terpisah
dengan dua anak membuat kami lebih sering menghabiskan waktu libur akhir pekan
untuk mngunjungi mereka secara bergantian. Tanpa direncanakan ternyata pada
akhir tahun 2018 suami juga dipindah tugaskan keluar kota yaitu ke Palembang.
Praktis sejak saat itu kami menjadi keluarga yang terpisah-pisah antara Tangerang,
Subang, Kuningan dan Palembang alias Long
Distance Family. Alhamdulillah meskipun kadang terasa berat di pikiran,
namun semua kami jalani, kami nikmati dan selalu kami ambil hikmahnya saja.
Waktu
liburan menjadi waktu yang sangat dinantikan, baik saat libur tengah semester
maupun akhir semester. Apalagi akhir semester genap tahun ini, bertepatan
dengan libur lebaran. Jadi waktu anak-anak libur relatif lebih panjang dari
biasa. Jadwal lebaran kami sudah rutin dari tahun ke tahun yaitu mudik ke
Magelang, ke rumah eyang. Berkumpul bersama keluarga besar selama seminggu sungguh
sangat menyenangkan, menyegarkan pikiran dengan rasa kehangatan kebersamaan
keluarga. Setelah libur cuti bersama kami harus kembali ke Tangerang karena saya
harus kembali bekerja dan suami harus kembali balik lagi ke Palembang. Karena
waktu libur anak-anak masih lama maka pada minggu berikutnya saya ambil cuti
seminggu dan mengantar anak-anak untuk liburan menyusul ayahnya. Karena liburan
tambahan ini mendadak jadi kami belum memikirkan banyak tujuan wisata, yang
penting kami berangkat kesana dan berkumpul di rumah dinas a
Jumat
sore kami berangkat berempat menuju bandara Soekarno Hatta Cengkareng, dengan
menggunakan taxi online dari rumah. Karena lokasi rumah yang tidak terlalu jauh
dari bandara, jadi kami tidak harus terburu-buru. Sampai di bandara masih ada
waktu untuk membeli makanan cemilan untuk diatas pesawat, karena kami
menggunakan pesawat low cost yang
tidak memberikan layanan makanan diatas kabin. Untuk membeli 4 tiket dengan
memilih harga yang lebih murah maka akan menghemat banyak. Perjalanan dengan
pesawat udara dari Tangerang – Palembang menempuh waktu kurang lebih 1 jam,
alhamdulillah pesawat kami berangkat tepat waktu dan landing dengan sempurna.
Selama di perjalanan juga cuaca bagus sehingga tidak ada gangguan. Anak-anak
sangat gembira dan selalu antusias tiap naik pesawat, menikmati setiap menit
diatas udara. Makanya biasanya mereka berebut untuk bisa duduk di kursi dekat
dengan jendela. Anak-anak bertiga duduk pada satu baris, jadi mereka bisa
bergantian tempat duduknya.
Sampai
di bandara internasional Sultan Mahmud badaruddin II Palembang, ayah sudah stand by menjemput. Sebelum lanjut ke
rumah dinas kami mampir dulu ke kuliner wajib di Palembang yaitu pempek dan
teman-temannya. Pempek atau empek-empek adalah makanan khas Palembang yang
terbuat dari olahan daging ikan pilihan yang digiling lembut dan dicampur
dengan tepung kanji dengan campuran bumbu-bumbu dan bahan lain seperti telur,
bawang putih yang dihaluskan, garam dan sebagainya. Yang dimakan dengan kuah
cuko yang terbuat dari campuran air dengan gula merah, ebi, cabai tumbuk,
bawang putih dan garam. Kadang disajikan dengan tambahan mie kuning dan
ketimun.
Sebenarnya
pempek ini bukan hanya makanan khas Palembang karena hampir semua daerah di
Sumatra Selatan memproduksi juga.
Menurut sejarah pempek sudah ada di Palembang sejak masuknya perantau Tionghoa
dating yaitu sekitar abad ke-16 pada saat Sultah Mahmud Badaruddin II berkuasa.
Nama pempek diyakini diambil dari sebutan apek atau pek-pek yaitu panggilan
untuk paman tua bangsa tionghoa. Pada awalnya pempek dibuat dengan bahan utama
ikan belida, namun seiring dengan semakin mahal dan langkanya ikan belida maka
bisa diganti dengan berbagai macam ikan lainnya seperti ikan gabus, ikan
tenggiri, kakap merah dan lain-lain. Dari bentuk dan bahan tambahan lainnya
pempek ada beberapa macam yaitu pempek kapal selam yang berisi telor, pempek
lenjer yang panjang, pempek adaan yang bulat, pempek kulit ikan, pempek pistel
yang berisi irisan papaya, pempek keriting dan pempek panggang. Dengan bahan
utama adonan pempek bisa juga dijadikan makanan sejenis dengan proses
pengolahan dan penyajian yang berbeda. Diantaranya tekwan, model, celimpungan
dan lenggang.
Setelah puas dengan pempek dan teman-temannya, kami terus lanjut beristirahat di rumah dinas. Alhamdulillah anak-anak sangat excited dengan rumah dinas ayah yang besar dan banyak ruang kamar, afan si anak bungsu kami girang berlarian kesana kemari. Kunjungan ke Palembang kali ini adalah kunjungan anak-anak yang kedua kalinya, sebelumnya kami sekeluarga pernah juga berlibur ke Palembang melalui jalur darat.
Selama beberapa hari di Palembang kami menyempatkan diri
mengunjungi tempat wisata dan kuliner yang terkenal, diantaranya :
1. Jembatan ampera yang merupakan icon dan lambang kota Palembang, yang dibangun pada tahun 1962 selama 3 tahun. Pada saat diresmikan pada tahun 1965 jembatan ini diberi nama Jembatan Bung Karno, namun karena pergolakan pada tahun 1966 maka dirubah nama menjadi jembatan ampera yang merupakan singkatan dari amanat penderitaan rakyat. Jembatan ini menghubungkan Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang terpisah oleh sungai Musi. Jembatan sepanjang 1.177 meter dengan lebar 22 meter ini mempunyai pemberat 500 ton. Pemberat ini dimaksudkan agar pada saat ada kapal lewat maka bagian tengahnya akan terangkat. Namun sejak tahun 1970 bagian tengah sudah tidak bisa diangkat lagi dan sejak tahun 1990 pemberatnya dibongkar karena dikhawatirkan akan membahayakan. Keindahan jembatan ini sangat cocok untuk dimanfaatkan sebagai area berfoto-foto baik pada siang maupun malam hari. Latar belakang sungai musi yag luas serta jembatan yang megah sangat instragamable. Tidak jauh dari jembatan juga banyak restoran dan toko-toko souvenir khas Palembang.
2. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II yamg terletak berdekatan dengan jembatan ampera. Jadi dengan sekali masuk kawasan parkir bisa berkunjung ke beberapa tempat wisata. Museum ini merupakan peninggalan sejarah kerajaan Palembang Darussalam, dibangun pada bekas bangunan rumah residen colonial abad ke-19. Dengan konstruksi gedung dua lantai dengan tangga berkelok, didalamnya menyimpan koleksi tekstil, senjata, pakaian tradisional, kerajinan dan koin Sumatra selatan. Pada saat mengunjungi museum ini anak-anak berkeliling melihat-lihat artefak dan membaca setiap keterangan yang ada. Namun sayang koleksi yang disimpan tidak terlalu banyak dan kurang terpelihara sehingga terlihat kotor.
3. Benteng
Kuto Besak adalah benteng yang mengelilingi bangunan keraton pada abad XVIII
yang menjadi pusat kesultanan Palembang yang diprakarsai oleh Sultan Mahmud
Badaruddin I yang memerintah pada tahun 1724-1758. Keraton ini berdiri
menghadap sungai musi dengan tanah yang luas berbentuk persegi panjang dengan
panjang 274,32 meter dan lebar 182,88 meter. Dikelilingi tembok besar dengan
tinggi 9,14 meter dengan tebal 2,13 meter. Pada tiap sudutnya terdapat sejumlah
Meriam yang terbuat dari besi dan kuningan. Kawasan terbuka disekitar benteng
ini telah dibangun dan ditata menjadi plaza Benteng Kuto Besak yang menarik
wisatawan untuk berkunjung pada satu wilayah dengan menikmati berbagai tempat
wisata dan kuliner. Pada malam hari hari juga suasananya sangat bagus dengan
deretan lampu taman yang indah.
4. Masjid
Agung Sultan Mahmud Badaruddin merupakan masjid terbesar di kota Palembang,
merupakan gabungan dari arsitektur Indonesia, Eropa dan China. Tempat ini
sangat cocok untuk wisata budaya dan wisata religi. Didalam masjid tersimpan
juga beduk yang sangat besar, serta ornament-ornamen yang khas.
5. Monumen
perjuangan rakyat palembang atau MONPERA merupakan monumen yang menyimpan
berbagai cerita, gambaran dan peralatan yang dipakai saat perang lima hari lima
malam di palembang dimana perang tersebut melibatkan seluruh rakyat untuk
melawan penjajah. Monumen ini berdiri kokoh di pusat kota tidak jauh dari
jembatan ampera. Disini kami hanya melihat-lihat dan foto-foto, namun tiba-tiba
ada kakek-kaek tua datang menawarkan untuk foto langsung jadi. Jadilah kami
menerima tawaran karena kasihan dengan si kakek, meskipun saat ini para penjual
jasa foto langsung jadi sudah tidak laku lagi karena sudah ada gadget yang
mudah digunakan untuk berswafoto.
6. Gelora
Sriwijaya yang dikenal dengan nama jakabaring adalah stadion sepak bola
terbesar ketiga di Indonesia dengan kapasitas 40.000 orang. Stadium ini
merupakan kebanggaan warga palembang yang sering digunakan oleh Sriwijaya FC
sebagai markas dan tempat tanding sepak bola. Gelora ini dilengkapi dengan
fasilitas senam, kolam renang, landas pacu balap kuda dan arena bowling. Kami
disana bermain bowling dan keliling di sekitar gelora karena banyak tempat
bagus untuk foto-foto.
7. Palembang
Bird Park adalah lokasi wisata yang mengoleksi
11 jenis burung dan beberapa hewan lain seperti ikan, burung unta,
kelinci, iguana, kura-kura dan lain-lain. Lokasinya dekat dengan jakabaring,
kebetulan kami lewat jadi sekalian mampir. Tiket masuk seharga Rp 50.000 per
orang, pengunjung bisa memberi makan, memegang burng maupun berfoto-foto.
8. Quran
raksasa atau Al Qur’an Al Akbar berada di pesantren al ihsaniayah gandus
palembang agak jauh dari pusat kota. Terdapat 30 juz ayat suci yang dipahat
pada lembar kayu trembesi dengan ukuran per halaman 177 x 140 x 2,5 centi
meter. Tebal keseluruhan termasuk sampul mencapai 9 meter. Al-Qur’an yang
terdiri dari 630 halaman ini juga dilengkapi dengan tajwid dan doa khataman.
9. Pempek
di kota Palembang enak semua, dari yang restoran besar sampai yang di pinggir
jalan. Ada beberapa pempek terkenal disana diantaranya Pempek Pak raden, beringin, candy, Vico, Nony,
Saga dan lain-lain. Hampir semua pempek mempunyai kekhasan masing-masing. Namun
bagi saya rasanya sama saja yaitu super enak semua ahaha. Saya sempat juga
mencoba pempek bakar di area pasar 26 Ilir, pempek dibuat dari adonan segar
yang kemudian dicetak pada daun pisang berbentuk kotak persegi. Adonan pempek
yang gurih dicampur dengan telor dibakar cukup lama agar telor matang sempurna,
disajikan hangat rasanya luar biasa nikmat dengan aroma yang sangat menggugah.
10. Martabak
har merupakan kuliner tua khas palembang sejak tahun 1947 yang terkenal dengan
nama pendirinya yaitu Haji Abdul Razak yang merupakan pendatang dari India.
Adonan kulit martabak yang khas dari terigu kemudian diisi dua butir telor ayam
atau bebek dengan tambahan irisan daging
dan disajikan dengan kuah kari yang kental serta sambal kecap asin.
Salah satu kuliner yang wajib dicoba karena merupakan perpaduan kuliner India
yang sudah disesuikan dengan cita rasa lokal.
11. Mie
Celor khas Palembang adalah hidangan mie telor atau mie kuning yang disajikan
dengan kuah santan dengan kaldu udang kering/ebi ditambah sayuran tauge, daun
bawang serta telor rebus. Rasanya sangat gurih dan mengenyangkan sehingga kami
tidak bisa menghabiskan satu porsi sendiri, harus dihabiskan bersama-sama.
12. Restoran
River Side adalah restoran yang terletak persis di pinggir sungai musi dengan
pemandangan sungai musi yang luas membentang dan jembatan Ampera yang berdiri
kokoh di sekitarnya. Sangat cocok menikmati makan malam di restoran ini dengan
menikmati suasana malam yang berangin dan lampu-lampu di sekitar jembatan. Menu
yang ditawarkan sangat beragam, muai dari makanan khas palembang juga berbagai
menu olahan hasil laut yang khas chinese food.
13. Rumah
makan Pindang Musi Rawas merupakan salah satu tujuan kuliner wisatawan di
Palembang, karena itu sangat ramai bahkan untuk mendapatkan tempat duduk kami
harus antri terlebuh dahulu. Yang terkenal disini adalah menu pindang ikan
patin, pindag udang, pindang tulang juga tersedia pindang lele. Pindang adalah memasak
dengan cara merebus bahan utama dengan bumbu-bumbu dan cabe yang dihaluskan
dengan tambahan buah nanas sehingga terasa asam, pedas dan manis yang sangat
lezat.
Selama
akhir pekan di palembang kami sudah berkeliling-keliling bersama, sementara
pada hari kerja ayah kembali bekerja dan kami menikmati rumah dan kadang keluar
mencoba kuliner lain untuk makan siang. Ternyata pada hari rabu ayah harus
berangkat ke pulau bangka karena ada acara disana. Karena itu kami memutuskan
untuk ikut dengan menggunakan kendaraan dan lanjut menyeberang dengan kapal
laut. Saat ditawarkan ke anak-anak mereka sangat semangat, karena memang ini
akan jadi pengalaman keempat mereka menyeberang pulau, setelah sebelumnya
pernah dua kali menyeberang pulau Jawa-Sumatra
dan sekali menyeberang pulau Jawa-Bali. Dan seperti biasa setiap akan melakukan
perjalanan, kakak-kakak akan semangat menyiapkan koper dan pakaian serta
barang-barang yang akan mereka perlukan selama perjalanan. Dan saya menyiapkan
semua keperluan yang kira-kiran akan dibutuhkan selama perjalanan untuk semua.
Akhirnya
kami berangkat hari rabu pagi jam 6 an dari rumah dinas setelah sebelumnya saya
dan suami membaca-baca dan mencari informasi tentang penyeberangan kali ini,
tentang biaya dan waktu tempuh, juga bagimana perkiraan cuaca serta testimoni
mereka yang sudah pernah melakukan penyeberangan. Pertama kita harus jalan dulu
ke Pelabuhan Tanjung Api-api kurang lebih 2 jam dari rumah. Perjalanan ke
pelabuhan ini melewati perkampungan kelapa sawit dan kampung nelayan yang indah
pemandangannya. Meskipun jalan tidak besar namun cukup halus dan nyaman untuk
dilewati. Kemudian sampai sana kami membeli tiket untuk penyeberangan yaitu
tiket untuk kendaraan sebesar 778.000 rupiah dan tiket per orang sebesar 40.000
dewasa dan 27.000 untuk anak-anak. Karena sampai pelabuhan sudah cukup ramai maka
kami mengantri untuk dapat kapal penyeberangan berikutnya. Akhirnya setelah
menunggu kurang lebih 2-3 jam kami masuk ke kapal juga. Kapal yang digunakan
relatif lebih kecil daripada kapal-kapal yang pernah kami naiki sebelumnya.
Jarak tempuh dari pelabuhan tanjung api-api ke pelabuhan muntok di pulau bangka
kurang lebih sejauh 62 km, dengan waktu tempuh 3-4 jam. Tentu saja ini
merupakan penyeberangan terlama dari sebelumnya, dimana untuk penyeberangan
dari merak ke bakauheni hanya 1-2 jam dengan dengan jarak 30,6 km atau
penyebarang dari 1-2 jam dengan jarak 50
km.
Seperti
biasa kami sangat menikmati suasana selama dalam penyeberangan, melihat-lihat
pemandangan, makan cemilan, nonton tv yang disediakan dan anak-anak seperti
biasa bermain dan bercanda tawa. Ruang dalam kapal penyeberangan biasanya sudah
dibuat sedemikian rupa sehingga bisa memberi kenyamanan buat penumpang.
Disediakan banyak tempat duduk, ada ruangan ac dan no ac, tempat untuk
menggelar tikar dan bersantai, disediakan wc dan musholla serta di area atas
dak biasanya lapang untuk berfoto-foto dan bermain.
Dan
sampailah kami di pulau bangka, pas banget sore menjelang sunset. Suasana dan
warna langit sangat bagus ditambah pemandangan yang luar biasa. Alhamdulillah
menambah satu pulau lagi yang bisa kami kunjungi. Setelah turun dari kapal kami
langsung mencari tempat makan di kota muntok, dan kami menemukan restoran kecil
yang menyediakan sajian seperti rumah makan padang, dan ternyata rasanya luar
biasa enak meskipun dari penampakan seperti biasa saja. Setelah makan kami
melanjutan perjalanan kearah sungai liat yaitu ke hotel tanjung pesona tempat
kami menginap. Kami mendapatkan cottage yang cukup luas menghadap langsung ke
pantai khas pulau bangka, yaitu pantai dengan banyak batu-batu besar. Karena
lelahnya perjalanan seharian maka sampai hotel kami langsung istirahat meskipun
tidak bisa langsung tidur karena ada kejadian aneh, yaitu bel kamar kami
terus-terusan bunyi meskipun pas dilihat tidak ada orang diluar. Awalnya merasa
agak takut juga namun dibuat becandaan jadi malah tertawa-tawa dan akhirnya
kami semua terlelap pulas.
Kamis pagi kami sangat antusias menikmati pantai tanjung pesona, deburan ombak yang tidak terlalu besar membuat anak-anak merasa bebas bermain bergulungan di air, bermain pasir, kejar-kejar di sepanjang garis pantai. Pantai khas pulau bangka ini mirip dengan pantai di pulau Belitung yang pernah kami kunjungi juga, pantai dengan dataran yang landai, banyak batu-batu granit besar, air laut yang jernih serta ombak yang tenang. Batu-batuan besar itu merupakan batuan dasar Indonesia bagian barat yang disebut Batolit. Di hotel ini juga disedikan kolam renang yang cukup besar untuk anak-anak bermain air. Setelah sarapan kami bertolak ke kota pangkal pinang karena ayah harus bertemu dengan teman-temannya, sementara kami ikut dan sudah janjian dengan salah satu teman yang tinggal di kota ini. Alhamdulillah jalan-jalan bonus silaturahim, bisa bertemu teman yang selama ini hanya komunikasi secara online.
Akhirnya kami
dipandu dan diantar keliling menikmati wisata dan kuliner selama di pangkal
pinang, diantaranya :
1. Museum
Teknologi Pertimahan atau Musem Timah merupakan tempat yang menyimpan sejarah
pertimahan di Indonesia yang dibangun pada tahun 1958 dan baru diresmikan
menjadi tempat tujuan pariwisata sejak tahun 1997. Museum ini merupakan salah
satu aset yang dikelola oleh BUMN PT Timah Tbk selalu dikelola dan direnovasi
sehingga selalu menjadi tujuan wisata yang menarik. Lokasi museum ini terletak
di pusat kota pangkal pinang dengan menempati bekas rumah dinas Hoofdt
Administrateur Bangka tin Winning.
2. Pantai
Pasir Padi adalah pantai yang letaknya sangat dekat dengan pusat kota pangkal
pinang, jaraknya sekitar 7 Km sehingga menjadi pantai yang sangat ramai menjadi
tempat wisata favorit warga pangkal pinang. Pantai dengan kontur yang landai
dengan pasir putih yang padat serta air laut yang jernih menyajikan pemandangan
dan suasana yang sangat menyenangkan untuk berpiknik bersama keluarga. Di
sekitar pantai terdapat saung-saung untuk beristirahat serta banyak tempat
makanan dan jajanan. Ada juga toko-toko souvenir serta beberapa penginapan di
sekitar lokasi.
3. Bangka
Botanical Garden atau BBG merupakan area
lahan hijau seluas 300 hektar yang dijadikan paru-paru pulau bangka. Pulau
bangka merupakan pulau bekas penggalian timah yang rusak kehidupan alamiahnya
karena itu area ini diharapkan bisa menjadi penyejuk di tengah kota. Disini
terdapat beberapa agrowisata seperti peternakan sapi, perkebunan, hutan pinus
dan tempat untuk piknik.
4. Danau
kaolin Air Bara atau biasa disebut camoi Aek Biru merupakan danau dengan air
berwarna biru terang dan satu lagi berwarna hijau dengan hamparan tanah putih
di sekitarnya. Sungguh ciptaan Allah yang tiada terkira. Saya hampir menangis
melihat keindahan alam yang luar biasa ini. Danau ini terbentuk akibat bekas
galian timah yang kemudian keluar air yang merefleksikan warna langit yang
berwarna biru terang. Pada awalnya bekas galian timah ini terbengkalai dan
tidak terpelihara, namun setelah menjadi danau yang indah dan ramai dengan
adanay pemberitaan di media sosial maka sejak tahun 2015 danau ini menjadi
salah satu destinasi wisata yang indah. Untuk masuk dikenakan tiket masuk yang
relatif murah dan di sekitar juga tersedia banyak lahan kosong untuk parkir.
Tersedia juga beberapa tempat makan cemilan dan kopi khas bangka. Danau ini
terletak di bangka tengah, kurang lebih 1-2 jam dari pusat kota. Sudah pasti
dengan kecantikan danau dengan warna kontras antara biru, hijau dan putih
bersih sangat bagus untuk dijadikan latar foto-foto.
5. Mie
bangka atau biasa kita sebut mie ayam merupakan makanan yang sering dinikmati
saat di tangerang ataupun di beberapa kota lainnya, dan kini kami akan
mencicipi langsung di tempat asalnya. Ternyata luar biasa bukan hanya enak tapi
suangatt lezatt, belum pernah menemukan mie bangka seenak ini. Benar saja
anak-anak pun tidak bosan-bosan makan mie bangka ini sampai beberapa kali
balik, terutama sangat enak pangsit rebusnya. Semua bahan-bahan dan bumbu-bumbu
diracik sendiri oleh penjualnya, mie dan pangsit dibuat dari adonan terigu dan
telor yang segar sehingga memiliki cita rasa yang berbeda. Kuah bening yang
gurih biasanya merupakan kuah kaldu yang dibumbui sedemikian rupa sehingga
racikan sangat pas dengan sajian mie, daging ayam, sayur sawi serta tambahan
bakso dan pangsit. Di kota pangkal pinang banyak mie bangka yang terkenal dan
kami sangat cocok dengan mie bangka fina yang terletak di sekitar SMP N 1
pangkal pinang.
6. Otak-otak
juga merupakan makanan khas pulau bangka yang terbuat dari olahan hasil laut
seperti ikan, cumi-cumi dan udang yang dicampur dengan sedikit sagu dan diracik
dengan bumbu-bumbu sederhana. Ada beberapa pilihan otak-otak seperti otak-otak
ikan, cumi, udang, daun panggang dan kulit, serta untuk sambalnya juga ada
beberapa macam yaitu bumbu kacang, tauco, terasi dan sambal pedas. Selain itu
disediakan juga jeruk kunci untuk tambahan pada sambal sehingga terasa lebih
segar. Kami memilih otak-otak ase yang lokasinya enak dan besar. Restorannya
cukup besar karena juga menyediakan aneka oleh-oleh khas bangka. Bahkan
otak-otaknya pun bisa untuk dijadikan oleh-oleh karena tersedia dalam bentuk
beku yang bisa tahan lama.
7. Mie
koba adalah kulinar khas bangka yaitu di Kota Koba kabupaten Bangka Tengah yang
sempat kami singgahi waktu perjalanan menuju danau kaolin. Yang membedakan mie
ini adalah kuah yang digunakan adalah kuah kaldu ikan tenggiri yang nikmat dan
gurih. Mie koba disajikan dengan tauge, daun seledri, bawang goreng serta telur
rebus.
8. Tahu
kok ini juga merupakan salah satu makanan olahan ikan tenggiri. Sejenis bakso
kuah dengan isian bakso ikan, tahu dengan adonan ikan giling, fukian yaitu
adonan ikan dengan lapisan kulit tahu, kembang tahu dan sayuran segar dengan
kuah kaldu ikan yang gurih dan nikmat sangat cocok dipadukan dengan sambal
pedas dan perasan jeruk kunci yang segar. Disini disediakan juga es jeruk kunci
yang sangat segar. Oiya jeruk kunci adalah jeruk kecil-kecil dengan rasa asam
segar dan aroma khas atau biasa disebut jeruk kalimantan.
9. Martabak
bangka merupakan makanan khas asli pulau bangka, dan kemabli kami mencicipi
makanan di tempat asalnya. Sama seperti martabak yang sudah terkenal ke seluruh
Indonesia yaitu tersedia martabak manis dan martabak telur. Martabak manis atau
yang bernama asli Hok Lo Pan diciptakan oleh orang asli bangka atau Khek. Cara
membuatnya tidak terlalu sulit yaitu dari adonan terigu dan telur dengan olesan
mentega dan isian coklat manis dengan taburan keju, susu dan wijen. Variasi
isiannya sekarang sudah sangat banyak dan kekinian yang bisa disesuikan dengan
selera masing-masing. Sedangkan martabak telor pada awal mulanya adalah masakan
pendatang dari India yang kemudian disesuaikan dengan cita rasa lokal dengan
tambahan isi sayuran dan daging cincang, bahkan dengan tambahan keju sehingga
semakin gurih.
Hari
sabtu pagi kami harus kembali ke Palembang, karena pesawat untuk balik ke
tangerang sudah dipesan untuk penerbangan hari minggu siang. Namun ternyata di
tengah perjalanan menuju kota muntok saya dapat kabar dari kantor kalau hari
senin sampai rabu harus dinas luar kota. Akhirnya saya tawarkan ke anak-anak
mau tetap besok balik ke tangerang dengan konsekuensi ditinggal dinas, atau
memundurkan flight jadi hari jumat sore dengan konsekuensi mereka nambah
tinggal di Palembang namun tiap hari ikut ke kantor ayah. Tentu saja anak-anak
memilih untuk tetap stay karena waktu bersama ayah adalah waktu bebas mereka,
tidak ada omelan mama dan apa-apa serba boleh. Kadang memang kami sebagai
orangtua kurang kompak mendidik anak, kalau saya serba melarang ini itu,
sementara suami sangat kendor boleh ini
itu selama bukan hal prinsip.
Perjalanan
kembali ke pulau sumatra berasa lebih cepat dari pada perjalanan berangkat.
Alhamdulillah saat antri kapal penyeberangan juga tidak terlalu lama seperti
waktu berangkat. Entah kenapa setiap perjalanan rasanya selalu begitu, saat
pulang rasanya lebih cepat. Karena
anak-anak akan ditinggal maka malam itu di rumah dinas saya siap-siapin semua,
saya briefing anak-anak apa yang harus dilakukan setiap pagi sebelum ikut
berangkat ke kantor dan setiap sore sampai malam setelah pulang dari kantor
karena di rumah dinas tidak ada assisten rumah tangga.
Hari minggu siang kami berangkat ke bandara, namun hanya saya yang terbang ke tangerang. Rasanya sedih tapi memang sudah sering kami harus terpisah seperti ini. Selama dinas luar kota saya setiap hari pantau kegiatan anak-anak. Terpisah jarak di zaman modern ini memang sangat dimudahkan dengan bantuan teknologi. Bisa share apa saja dengan mudah, bisa video call kapan saja dan bisa selalu pantau lokasi kapan saja selama terhubung dengan internet.
Saya
sungguh sangat bersyukur dengan liburan kali ini, anak-anak mendapatkan
pengalaman baru menyeberang ke pulau bangka. Kemudian mereka juga seminggu
berlatih hidup mandiri, mulai dari cuci baju, setrika, masak sederhana,
membereskan rumah dan mengurus kebutuhan adik sulungnya. Sungguh hal yang
sangat jarang karena biasa di rumah ada assisten atau kalau di asrama juga
terbiasa dengan laundry dan catering. Selain melatih untuk terbiasa dengan
pekerjaan rumah, anak-anak juga menjadi lebih akrab dengan saling menolong dan
bekerja sama, juga melatih disiplin karena harus bisa memanfaatkan waktu dengan
berbagai kegiatan yang harus dilakukan. Alhamdulillah ya Allah semoga liburan
selanjutnya lebih menyenangkan dan bermanfaat dunia akhirat aamiin.