Saturday, June 29, 2019

Lebaran 2019: Liburan sekolah waktunya berkumpul berbahagia belajar bersama



Sebuah keluarga terasa lengkap adalah saat berkumpulnya ayah, ibu dan anak-anaknya. Namun seiring waktu berjalan kadang kenyataan hidup berkata lain. Rasanya tidak pernah terbayangkan hidup terpisah-pisah dengan suami dan anak-anak. Sejak lulus SD pada tahun 2017 kaka iya, si anak sulung sudah berkeinginan kuat untuk ikut sekolah boarding, jadilah kami orangtuanya mendukung penuh meskipun dengan berat hati. Pun tahun berikutnya saat si anak tengah, kaka nana juga berkeinginan untuk sekolah boarding maka kami pun kembali mendukungnya. Namun karena takdir, ternyata mereka tidak bisa mendapatkan satu sekolah yang sama. Akhirnya mereka boarding di sekolah yang berbeda kota. Kehidupan terpisah dengan dua anak membuat kami lebih sering menghabiskan waktu libur akhir pekan untuk mngunjungi mereka secara bergantian. Tanpa direncanakan ternyata pada akhir tahun 2018 suami juga dipindah tugaskan keluar kota yaitu ke Palembang. Praktis sejak saat itu kami menjadi keluarga yang terpisah-pisah antara Tangerang, Subang, Kuningan dan Palembang alias Long Distance Family. Alhamdulillah meskipun kadang terasa berat di pikiran, namun semua kami jalani, kami nikmati dan selalu kami ambil hikmahnya saja.



Waktu liburan menjadi waktu yang sangat dinantikan, baik saat libur tengah semester maupun akhir semester. Apalagi akhir semester genap tahun ini, bertepatan dengan libur lebaran. Jadi waktu anak-anak libur relatif lebih panjang dari biasa. Jadwal lebaran kami sudah rutin dari tahun ke tahun yaitu mudik ke Magelang, ke rumah eyang. Berkumpul bersama keluarga besar selama seminggu sungguh sangat menyenangkan, menyegarkan pikiran dengan rasa kehangatan kebersamaan keluarga. Setelah libur cuti bersama kami harus kembali ke Tangerang karena saya harus kembali bekerja dan suami harus kembali balik lagi ke Palembang. Karena waktu libur anak-anak masih lama maka pada minggu berikutnya saya ambil cuti seminggu dan mengantar anak-anak untuk liburan menyusul ayahnya. Karena liburan tambahan ini mendadak jadi kami belum memikirkan banyak tujuan wisata, yang penting kami berangkat kesana dan berkumpul di rumah dinas ayah.



Jumat sore kami berangkat berempat menuju bandara Soekarno Hatta Cengkareng, dengan menggunakan taxi online dari rumah. Karena lokasi rumah yang tidak terlalu jauh dari bandara, jadi kami tidak harus terburu-buru. Sampai di bandara masih ada waktu untuk membeli makanan cemilan untuk diatas pesawat, karena kami menggunakan pesawat low cost yang tidak memberikan layanan makanan diatas kabin. Untuk membeli 4 tiket dengan memilih harga yang lebih murah maka akan menghemat banyak. Perjalanan dengan pesawat udara dari Tangerang – Palembang menempuh waktu kurang lebih 1 jam, alhamdulillah pesawat kami berangkat tepat waktu dan landing dengan sempurna. Selama di perjalanan juga cuaca bagus sehingga tidak ada gangguan. Anak-anak sangat gembira dan selalu antusias tiap naik pesawat, menikmati setiap menit diatas udara. Makanya biasanya mereka berebut untuk bisa duduk di kursi dekat dengan jendela. Anak-anak bertiga duduk pada satu baris, jadi mereka bisa bergantian tempat duduknya.



Sampai di bandara internasional Sultan Mahmud badaruddin II Palembang, ayah sudah stand by menjemput. Sebelum lanjut ke rumah dinas kami mampir dulu ke kuliner wajib di Palembang yaitu pempek dan teman-temannya. Pempek atau empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari olahan daging ikan pilihan yang digiling lembut dan dicampur dengan tepung kanji dengan campuran bumbu-bumbu dan bahan lain seperti telur, bawang putih yang dihaluskan, garam dan sebagainya. Yang dimakan dengan kuah cuko yang terbuat dari campuran air dengan gula merah, ebi, cabai tumbuk, bawang putih dan garam. Kadang disajikan dengan tambahan mie kuning dan ketimun.

Sebenarnya pempek ini bukan hanya makanan khas Palembang karena hampir semua daerah di Sumatra Selatan memproduksi  juga. Menurut sejarah pempek sudah ada di Palembang sejak masuknya perantau Tionghoa dating yaitu sekitar abad ke-16 pada saat Sultah Mahmud Badaruddin II berkuasa. Nama pempek diyakini diambil dari sebutan apek atau pek-pek yaitu panggilan untuk paman tua bangsa tionghoa. Pada awalnya pempek dibuat dengan bahan utama ikan belida, namun seiring dengan semakin mahal dan langkanya ikan belida maka bisa diganti dengan berbagai macam ikan lainnya seperti ikan gabus, ikan tenggiri, kakap merah dan lain-lain. Dari bentuk dan bahan tambahan lainnya pempek ada beberapa macam yaitu pempek kapal selam yang berisi telor, pempek lenjer yang panjang, pempek adaan yang bulat, pempek kulit ikan, pempek pistel yang berisi irisan papaya, pempek keriting dan pempek panggang. Dengan bahan utama adonan pempek bisa juga dijadikan makanan sejenis dengan proses pengolahan dan penyajian yang berbeda. Diantaranya tekwan, model, celimpungan dan lenggang.





Setelah puas dengan pempek dan teman-temannya, kami terus lanjut beristirahat di rumah dinas. Alhamdulillah anak-anak sangat excited dengan rumah dinas ayah yang besar dan banyak ruang kamar, afan si anak bungsu kami girang berlarian kesana kemari. Kunjungan ke Palembang kali ini adalah kunjungan anak-anak yang kedua kalinya, sebelumnya kami sekeluarga pernah juga berlibur ke Palembang melalui jalur darat. 



Selama beberapa hari di Palembang kami menyempatkan diri mengunjungi tempat wisata dan kuliner yang terkenal, diantaranya :

1.      Jembatan ampera yang merupakan icon dan lambang kota Palembang, yang dibangun pada tahun 1962 selama 3 tahun. Pada saat diresmikan pada tahun 1965 jembatan ini diberi nama Jembatan Bung Karno, namun karena pergolakan pada tahun 1966 maka dirubah nama menjadi jembatan ampera yang merupakan singkatan dari amanat penderitaan rakyat. Jembatan ini menghubungkan Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang terpisah oleh sungai Musi. Jembatan sepanjang 1.177 meter dengan lebar 22 meter ini mempunyai pemberat 500 ton. Pemberat ini dimaksudkan agar pada saat ada kapal lewat maka bagian tengahnya akan terangkat. Namun sejak tahun 1970 bagian tengah sudah tidak bisa diangkat lagi dan sejak tahun 1990 pemberatnya dibongkar karena dikhawatirkan akan membahayakan. Keindahan jembatan ini sangat cocok untuk dimanfaatkan sebagai area berfoto-foto baik pada siang maupun malam hari. Latar belakang sungai musi yag luas serta jembatan yang megah sangat instragamable. Tidak jauh dari jembatan juga banyak restoran dan toko-toko souvenir khas Palembang.



2.      Museum Sultan Mahmud Badaruddin II yamg terletak berdekatan dengan jembatan ampera. Jadi dengan sekali masuk kawasan parkir bisa berkunjung ke beberapa tempat wisata. Museum ini merupakan peninggalan sejarah kerajaan Palembang Darussalam, dibangun pada bekas bangunan rumah residen colonial abad ke-19. Dengan konstruksi gedung dua lantai dengan tangga berkelok, didalamnya menyimpan koleksi tekstil, senjata, pakaian tradisional, kerajinan dan koin Sumatra selatan. Pada saat mengunjungi museum ini anak-anak berkeliling melihat-lihat artefak dan membaca setiap keterangan yang ada. Namun sayang koleksi yang disimpan tidak terlalu banyak dan kurang terpelihara sehingga terlihat kotor.


3.      Benteng Kuto Besak adalah benteng yang mengelilingi bangunan keraton pada abad XVIII yang menjadi pusat kesultanan Palembang yang diprakarsai oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah pada tahun 1724-1758. Keraton ini berdiri menghadap sungai musi dengan tanah yang luas berbentuk persegi panjang dengan panjang 274,32 meter dan lebar 182,88 meter. Dikelilingi tembok besar dengan tinggi 9,14 meter dengan tebal 2,13 meter. Pada tiap sudutnya terdapat sejumlah Meriam yang terbuat dari besi dan kuningan. Kawasan terbuka disekitar benteng ini telah dibangun dan ditata menjadi plaza Benteng Kuto Besak yang menarik wisatawan untuk berkunjung pada satu wilayah dengan menikmati berbagai tempat wisata dan kuliner. Pada malam hari hari juga suasananya sangat bagus dengan deretan lampu taman yang indah.



4.      Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin merupakan masjid terbesar di kota Palembang, merupakan gabungan dari arsitektur Indonesia, Eropa dan China. Tempat ini sangat cocok untuk wisata budaya dan wisata religi. Didalam masjid tersimpan juga beduk yang sangat besar, serta ornament-ornamen yang khas.




5.      Monumen perjuangan rakyat palembang atau MONPERA merupakan monumen yang menyimpan berbagai cerita, gambaran dan peralatan yang dipakai saat perang lima hari lima malam di palembang dimana perang tersebut melibatkan seluruh rakyat untuk melawan penjajah. Monumen ini berdiri kokoh di pusat kota tidak jauh dari jembatan ampera. Disini kami hanya melihat-lihat dan foto-foto, namun tiba-tiba ada kakek-kaek tua datang menawarkan untuk foto langsung jadi. Jadilah kami menerima tawaran karena kasihan dengan si kakek, meskipun saat ini para penjual jasa foto langsung jadi sudah tidak laku lagi karena sudah ada gadget yang mudah  digunakan untuk berswafoto. 

6.      Gelora Sriwijaya yang dikenal dengan nama jakabaring adalah stadion sepak bola terbesar ketiga di Indonesia dengan kapasitas 40.000 orang. Stadium ini merupakan kebanggaan warga palembang yang sering digunakan oleh Sriwijaya FC sebagai markas dan tempat tanding sepak bola. Gelora ini dilengkapi dengan fasilitas senam, kolam renang, landas pacu balap kuda dan arena bowling. Kami disana bermain bowling dan keliling di sekitar gelora karena banyak tempat bagus untuk foto-foto.







7.      Palembang Bird Park adalah lokasi wisata yang mengoleksi  11 jenis burung dan beberapa hewan lain seperti ikan, burung unta, kelinci, iguana, kura-kura dan lain-lain. Lokasinya dekat dengan jakabaring, kebetulan kami lewat jadi sekalian mampir. Tiket masuk seharga Rp 50.000 per orang, pengunjung bisa memberi makan, memegang burng maupun berfoto-foto.



8.      Quran raksasa atau Al Qur’an Al Akbar berada di pesantren al ihsaniayah gandus palembang agak jauh dari pusat kota. Terdapat 30 juz ayat suci yang dipahat pada lembar kayu trembesi dengan ukuran per halaman 177 x 140 x 2,5 centi meter. Tebal keseluruhan termasuk sampul mencapai 9 meter. Al-Qur’an yang terdiri dari 630 halaman ini juga dilengkapi dengan tajwid dan doa khataman.



9.      Pempek di kota Palembang enak semua, dari yang restoran besar sampai yang di pinggir jalan. Ada beberapa pempek terkenal disana diantaranya  Pempek Pak raden, beringin, candy, Vico, Nony, Saga dan lain-lain. Hampir semua pempek mempunyai kekhasan masing-masing. Namun bagi saya rasanya sama saja yaitu super enak semua ahaha. Saya sempat juga mencoba pempek bakar di area pasar 26 Ilir, pempek dibuat dari adonan segar yang kemudian dicetak pada daun pisang berbentuk kotak persegi. Adonan pempek yang gurih dicampur dengan telor dibakar cukup lama agar telor matang sempurna, disajikan hangat rasanya luar biasa nikmat dengan aroma yang sangat menggugah.



10.  Martabak har merupakan kuliner tua khas palembang sejak tahun 1947 yang terkenal dengan nama pendirinya yaitu Haji Abdul Razak yang merupakan pendatang dari India. Adonan kulit martabak yang khas dari terigu kemudian diisi dua butir telor ayam atau bebek dengan tambahan irisan daging   dan disajikan dengan kuah kari yang kental serta sambal kecap asin. Salah satu kuliner yang wajib dicoba karena merupakan perpaduan kuliner India yang sudah disesuikan dengan cita rasa lokal.



11.  Mie Celor khas Palembang adalah hidangan mie telor atau mie kuning yang disajikan dengan kuah santan dengan kaldu udang kering/ebi ditambah sayuran tauge, daun bawang serta telor rebus. Rasanya sangat gurih dan mengenyangkan sehingga kami tidak bisa menghabiskan satu porsi sendiri, harus dihabiskan bersama-sama.

12.  Restoran River Side adalah restoran yang terletak persis di pinggir sungai musi dengan pemandangan sungai musi yang luas membentang dan jembatan Ampera yang berdiri kokoh di sekitarnya. Sangat cocok menikmati makan malam di restoran ini dengan menikmati suasana malam yang berangin dan lampu-lampu di sekitar jembatan. Menu yang ditawarkan sangat beragam, muai dari makanan khas palembang juga berbagai menu olahan hasil laut yang khas chinese food.



13.  Rumah makan Pindang Musi Rawas merupakan salah satu tujuan kuliner wisatawan di Palembang, karena itu sangat ramai bahkan untuk mendapatkan tempat duduk kami harus antri terlebuh dahulu. Yang terkenal disini adalah menu pindang ikan patin, pindag udang, pindang tulang juga tersedia pindang lele. Pindang adalah memasak dengan cara merebus bahan utama dengan bumbu-bumbu dan cabe yang dihaluskan dengan tambahan buah nanas sehingga terasa asam, pedas dan manis yang sangat lezat.



Selama akhir pekan di palembang kami sudah berkeliling-keliling bersama, sementara pada hari kerja ayah kembali bekerja dan kami menikmati rumah dan kadang keluar mencoba kuliner lain untuk makan siang. Ternyata pada hari rabu ayah harus berangkat ke pulau bangka karena ada acara disana. Karena itu kami memutuskan untuk ikut dengan menggunakan kendaraan dan lanjut menyeberang dengan kapal laut. Saat ditawarkan ke anak-anak mereka sangat semangat, karena memang ini akan jadi pengalaman keempat mereka menyeberang pulau, setelah sebelumnya pernah dua kali menyeberang pulau  Jawa-Sumatra dan sekali menyeberang pulau Jawa-Bali. Dan seperti biasa setiap akan melakukan perjalanan, kakak-kakak akan semangat menyiapkan koper dan pakaian serta barang-barang yang akan mereka perlukan selama perjalanan. Dan saya menyiapkan semua keperluan yang kira-kiran akan dibutuhkan selama perjalanan untuk semua.



Akhirnya kami berangkat hari rabu pagi jam 6 an dari rumah dinas setelah sebelumnya saya dan suami membaca-baca dan mencari informasi tentang penyeberangan kali ini, tentang biaya dan waktu tempuh, juga bagimana perkiraan cuaca serta testimoni mereka yang sudah pernah melakukan penyeberangan. Pertama kita harus jalan dulu ke Pelabuhan Tanjung Api-api kurang lebih 2 jam dari rumah. Perjalanan ke pelabuhan ini melewati perkampungan kelapa sawit dan kampung nelayan yang indah pemandangannya. Meskipun jalan tidak besar namun cukup halus dan nyaman untuk dilewati. Kemudian sampai sana kami membeli tiket untuk penyeberangan yaitu tiket untuk kendaraan sebesar 778.000 rupiah dan tiket per orang sebesar 40.000 dewasa dan 27.000 untuk anak-anak. Karena sampai pelabuhan sudah cukup ramai maka kami mengantri untuk dapat kapal penyeberangan berikutnya. Akhirnya setelah menunggu kurang lebih 2-3 jam kami masuk ke kapal juga. Kapal yang digunakan relatif lebih kecil daripada kapal-kapal yang pernah kami naiki sebelumnya. Jarak tempuh dari pelabuhan tanjung api-api ke pelabuhan muntok di pulau bangka kurang lebih sejauh 62 km, dengan waktu tempuh 3-4 jam. Tentu saja ini merupakan penyeberangan terlama dari sebelumnya, dimana untuk penyeberangan dari merak ke bakauheni hanya 1-2 jam dengan dengan jarak 30,6 km atau penyebarang dari 1-2 jam dengan jarak 50  km.



Seperti biasa kami sangat menikmati suasana selama dalam penyeberangan, melihat-lihat pemandangan, makan cemilan, nonton tv yang disediakan dan anak-anak seperti biasa bermain dan bercanda tawa. Ruang dalam kapal penyeberangan biasanya sudah dibuat sedemikian rupa sehingga bisa memberi kenyamanan buat penumpang. Disediakan banyak tempat duduk, ada ruangan ac dan no ac, tempat untuk menggelar tikar dan bersantai, disediakan wc dan musholla serta di area atas dak biasanya lapang untuk berfoto-foto dan bermain.



Dan sampailah kami di pulau bangka, pas banget sore menjelang sunset. Suasana dan warna langit sangat bagus ditambah pemandangan yang luar biasa. Alhamdulillah menambah satu pulau lagi yang bisa kami kunjungi. Setelah turun dari kapal kami langsung mencari tempat makan di kota muntok, dan kami menemukan restoran kecil yang menyediakan sajian seperti rumah makan padang, dan ternyata rasanya luar biasa enak meskipun dari penampakan seperti biasa saja. Setelah makan kami melanjutan perjalanan kearah sungai liat yaitu ke hotel tanjung pesona tempat kami menginap. Kami mendapatkan cottage yang cukup luas menghadap langsung ke pantai khas pulau bangka, yaitu pantai dengan banyak batu-batu besar. Karena lelahnya perjalanan seharian maka sampai hotel kami langsung istirahat meskipun tidak bisa langsung tidur karena ada kejadian aneh, yaitu bel kamar kami terus-terusan bunyi meskipun pas dilihat tidak ada orang diluar. Awalnya merasa agak takut juga namun dibuat becandaan jadi malah tertawa-tawa dan akhirnya kami semua terlelap pulas.



Kamis pagi kami sangat antusias menikmati pantai tanjung pesona, deburan ombak yang tidak terlalu besar membuat anak-anak merasa bebas bermain bergulungan di air, bermain pasir, kejar-kejar di sepanjang garis pantai. Pantai khas pulau bangka ini mirip dengan pantai di pulau Belitung yang pernah kami kunjungi juga, pantai dengan dataran yang landai, banyak batu-batu granit besar, air laut yang jernih serta ombak yang tenang. Batu-batuan besar itu merupakan batuan dasar Indonesia bagian barat yang disebut Batolit. Di hotel ini juga disedikan kolam renang yang cukup besar untuk anak-anak bermain air. Setelah sarapan kami bertolak ke kota pangkal pinang karena ayah harus bertemu dengan teman-temannya, sementara kami ikut dan sudah janjian dengan salah satu teman yang tinggal di kota ini. Alhamdulillah jalan-jalan bonus silaturahim, bisa bertemu teman yang selama ini hanya komunikasi secara online. 



Akhirnya kami dipandu dan diantar keliling menikmati wisata dan kuliner selama di pangkal pinang, diantaranya :

1.      Museum Teknologi Pertimahan atau Musem Timah merupakan tempat yang menyimpan sejarah pertimahan di Indonesia yang dibangun pada tahun 1958 dan baru diresmikan menjadi tempat tujuan pariwisata sejak tahun 1997. Museum ini merupakan salah satu aset yang dikelola oleh BUMN PT Timah Tbk selalu dikelola dan direnovasi sehingga selalu menjadi tujuan wisata yang menarik. Lokasi museum ini terletak di pusat kota pangkal pinang dengan menempati bekas rumah dinas Hoofdt Administrateur Bangka tin Winning.



2.      Pantai Pasir Padi adalah pantai yang letaknya sangat dekat dengan pusat kota pangkal pinang, jaraknya sekitar 7 Km sehingga menjadi pantai yang sangat ramai menjadi tempat wisata favorit warga pangkal pinang. Pantai dengan kontur yang landai dengan pasir putih yang padat serta air laut yang jernih menyajikan pemandangan dan suasana yang sangat menyenangkan untuk berpiknik bersama keluarga. Di sekitar pantai terdapat saung-saung untuk beristirahat serta banyak tempat makanan dan jajanan. Ada juga toko-toko souvenir serta beberapa penginapan di sekitar lokasi.



3.      Bangka Botanical Garden atau BBG  merupakan area lahan hijau seluas 300 hektar yang dijadikan paru-paru pulau bangka. Pulau bangka merupakan pulau bekas penggalian timah yang rusak kehidupan alamiahnya karena itu area ini diharapkan bisa menjadi penyejuk di tengah kota. Disini terdapat beberapa agrowisata seperti peternakan sapi, perkebunan, hutan pinus dan tempat untuk piknik.



4.      Danau kaolin Air Bara atau biasa disebut camoi Aek Biru merupakan danau dengan air berwarna biru terang dan satu lagi berwarna hijau dengan hamparan tanah putih di sekitarnya. Sungguh ciptaan Allah yang tiada terkira. Saya hampir menangis melihat keindahan alam yang luar biasa ini. Danau ini terbentuk akibat bekas galian timah yang kemudian keluar air yang merefleksikan warna langit yang berwarna biru terang. Pada awalnya bekas galian timah ini terbengkalai dan tidak terpelihara, namun setelah menjadi danau yang indah dan ramai dengan adanay pemberitaan di media sosial maka sejak tahun 2015 danau ini menjadi salah satu destinasi wisata yang indah. Untuk masuk dikenakan tiket masuk yang relatif murah dan di sekitar juga tersedia banyak lahan kosong untuk parkir. Tersedia juga beberapa tempat makan cemilan dan kopi khas bangka. Danau ini terletak di bangka tengah, kurang lebih 1-2 jam dari pusat kota. Sudah pasti dengan kecantikan danau dengan warna kontras antara biru, hijau dan putih bersih sangat bagus untuk dijadikan latar foto-foto.



5.      Mie bangka atau biasa kita sebut mie ayam merupakan makanan yang sering dinikmati saat di tangerang ataupun di beberapa kota lainnya, dan kini kami akan mencicipi langsung di tempat asalnya. Ternyata luar biasa bukan hanya enak tapi suangatt lezatt, belum pernah menemukan mie bangka seenak ini. Benar saja anak-anak pun tidak bosan-bosan makan mie bangka ini sampai beberapa kali balik, terutama sangat enak pangsit rebusnya. Semua bahan-bahan dan bumbu-bumbu diracik sendiri oleh penjualnya, mie dan pangsit dibuat dari adonan terigu dan telor yang segar sehingga memiliki cita rasa yang berbeda. Kuah bening yang gurih biasanya merupakan kuah kaldu yang dibumbui sedemikian rupa sehingga racikan sangat pas dengan sajian mie, daging ayam, sayur sawi serta tambahan bakso dan pangsit. Di kota pangkal pinang banyak mie bangka yang terkenal dan kami sangat cocok dengan mie bangka fina yang terletak di sekitar SMP N 1 pangkal pinang.



6.      Otak-otak juga merupakan makanan khas pulau bangka yang terbuat dari olahan hasil laut seperti ikan, cumi-cumi dan udang yang dicampur dengan sedikit sagu dan diracik dengan bumbu-bumbu sederhana. Ada beberapa pilihan otak-otak seperti otak-otak ikan, cumi, udang, daun panggang dan kulit, serta untuk sambalnya juga ada beberapa macam yaitu bumbu kacang, tauco, terasi dan sambal pedas. Selain itu disediakan juga jeruk kunci untuk tambahan pada sambal sehingga terasa lebih segar. Kami memilih otak-otak ase yang lokasinya enak dan besar. Restorannya cukup besar karena juga menyediakan aneka oleh-oleh khas bangka. Bahkan otak-otaknya pun bisa untuk dijadikan oleh-oleh karena tersedia dalam bentuk beku yang bisa tahan lama.



7.      Mie koba adalah kulinar khas bangka yaitu di Kota Koba kabupaten Bangka Tengah yang sempat kami singgahi waktu perjalanan menuju danau kaolin. Yang membedakan mie ini adalah kuah yang digunakan adalah kuah kaldu ikan tenggiri yang nikmat dan gurih. Mie koba disajikan dengan tauge, daun seledri, bawang goreng serta telur rebus.



8.      Tahu kok ini juga merupakan salah satu makanan olahan ikan tenggiri. Sejenis bakso kuah dengan isian bakso ikan, tahu dengan adonan ikan giling, fukian yaitu adonan ikan dengan lapisan kulit tahu, kembang tahu dan sayuran segar dengan kuah kaldu ikan yang gurih dan nikmat sangat cocok dipadukan dengan sambal pedas dan perasan jeruk kunci yang segar. Disini disediakan juga es jeruk kunci yang sangat segar. Oiya jeruk kunci adalah jeruk kecil-kecil dengan rasa asam segar dan aroma khas atau biasa disebut jeruk kalimantan.



9.      Martabak bangka merupakan makanan khas asli pulau bangka, dan kemabli kami mencicipi makanan di tempat asalnya. Sama seperti martabak yang sudah terkenal ke seluruh Indonesia yaitu tersedia martabak manis dan martabak telur. Martabak manis atau yang bernama asli Hok Lo Pan diciptakan oleh orang asli bangka atau Khek. Cara membuatnya tidak terlalu sulit yaitu dari adonan terigu dan telur dengan olesan mentega dan isian coklat manis dengan taburan keju, susu dan wijen. Variasi isiannya sekarang sudah sangat banyak dan kekinian yang bisa disesuikan dengan selera masing-masing. Sedangkan martabak telor pada awal mulanya adalah masakan pendatang dari India yang kemudian disesuaikan dengan cita rasa lokal dengan tambahan isi sayuran dan daging cincang, bahkan dengan tambahan keju sehingga semakin gurih.



Hari sabtu pagi kami harus kembali ke Palembang, karena pesawat untuk balik ke tangerang sudah dipesan untuk penerbangan hari minggu siang. Namun ternyata di tengah perjalanan menuju kota muntok saya dapat kabar dari kantor kalau hari senin sampai rabu harus dinas luar kota. Akhirnya saya tawarkan ke anak-anak mau tetap besok balik ke tangerang dengan konsekuensi ditinggal dinas, atau memundurkan flight jadi hari jumat sore dengan konsekuensi mereka nambah tinggal di Palembang namun tiap hari ikut ke kantor ayah. Tentu saja anak-anak memilih untuk tetap stay karena waktu bersama ayah adalah waktu bebas mereka, tidak ada omelan mama dan apa-apa serba boleh. Kadang memang kami sebagai orangtua kurang kompak mendidik anak, kalau saya serba melarang ini itu, sementara suami  sangat kendor boleh ini itu selama bukan hal prinsip.



Perjalanan kembali ke pulau sumatra berasa lebih cepat dari pada perjalanan berangkat. Alhamdulillah saat antri kapal penyeberangan juga tidak terlalu lama seperti waktu berangkat. Entah kenapa setiap perjalanan rasanya selalu begitu, saat pulang rasanya lebih cepat.  Karena anak-anak akan ditinggal maka malam itu di rumah dinas saya siap-siapin semua, saya briefing anak-anak apa yang harus dilakukan setiap pagi sebelum ikut berangkat ke kantor dan setiap sore sampai malam setelah pulang dari kantor karena di rumah dinas tidak ada assisten rumah tangga.



Hari minggu siang kami berangkat ke bandara, namun hanya saya yang terbang ke tangerang. Rasanya sedih tapi memang sudah sering kami harus terpisah seperti ini. Selama dinas luar kota saya setiap hari pantau kegiatan anak-anak. Terpisah jarak di zaman modern ini memang sangat dimudahkan dengan bantuan teknologi. Bisa share apa saja dengan mudah, bisa video call kapan saja dan bisa selalu pantau lokasi kapan saja selama terhubung dengan internet.



Saya sungguh sangat bersyukur dengan liburan kali ini, anak-anak mendapatkan pengalaman baru menyeberang ke pulau bangka. Kemudian mereka juga seminggu berlatih hidup mandiri, mulai dari cuci baju, setrika, masak sederhana, membereskan rumah dan mengurus kebutuhan adik sulungnya. Sungguh hal yang sangat jarang karena biasa di rumah ada assisten atau kalau di asrama juga terbiasa dengan laundry dan catering. Selain melatih untuk terbiasa dengan pekerjaan rumah, anak-anak juga menjadi lebih akrab dengan saling menolong dan bekerja sama, juga melatih disiplin karena harus bisa memanfaatkan waktu dengan berbagai kegiatan yang harus dilakukan. Alhamdulillah ya Allah semoga liburan selanjutnya lebih menyenangkan dan bermanfaat dunia akhirat aamiin.



Sharing pengalaman menyekolahkan anak ke pesantren

  Pondok Pesantren Husnul Khotimah (Instagram) Sejak memasukkan kk fathya dan kk hana ke pesantren, banyak teman dan saudara yang sering ber...